Breaking News:

Maluku Terkini

Aparat Tertibkan Tambang Emas Gunung Botak, Sempat Ditolak Warga

Saat penertiban dilakukan, tidak terlihat adanya aktivitas para pekerja, karena diduga sudah melarikan diri menghindari aparat.

Andi Papalia
Kepolisian Sektor (Polres) Pulau Buru membakar sejumlah kolam saat menggelar penertiban penambang emas illegal di Gunung Botak, Desa Kayeli, Kecamatan Teluk Kayeli, Kabupaten Buru, Sabtu (3/4/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM – Kepolisian Sektor (Polres) Pulau Buru membakar sejumlah kolam saat menggelar penertiban penambang emas illegal di Gunung Botak, Desa Kayeli, Kecamatan Teluk Kayeli, Kabupaten Buru, Sabtu (3/4/2021).

Intelkam Polres Pulau Buru, Iptu Sirilus Atajalim memaparkan, penertiban tersebut dilakukan karena aktivitas pertambangan ilegal merusak lingkungan.

Pihaknya juga sudah mengeluarkan imbauan kepada para penambang untuk menghentikan aktivitasnya.

”Warga sempat meminta untuk tidak melakukan penyisiran di lokasi tambang. Tapi kami dari awal sudah melarang adanya kegiatan penambangan illegal,” ujar Iptu Sirilius.

Baca juga: Polres Buru Bantah Anak Buahnya Backup Penambang Liar di Gunung Botak

Baca juga: Meneliti di Gunung Botak, Mantan Kapolda Maluku Royke Dikawal Aparat Bersenjata Lengkap

Dia menceritakan, tokoh adat sempat meminta tidak melakukan penertiban dengan alasan menjelang bulan puasa.

“Mereka izin supaya masyarakat bisa cari rezeki di sana. Tapi kami tolak,” katanya.

Dia menjelaskan, dalam penertiban tersebut semua barang bukti dimusnahkan di lokasi.

Barang-barang milik penambang di dalam kolam yang disebut lubang janda itu langsung dibakar hingga ludes.

Kepolisian Sektor Pulau Buru membakar sejumlah kolam penambang di Gunung Botak, Desa Kayeli, Kecamatan Teluk Kayeli, Kabupaten Buru, Sabtu (3/4/2021).
Kepolisian Sektor Pulau Buru membakar sejumlah kolam penambang di Gunung Botak, Desa Kayeli, Kecamatan Teluk Kayeli, Kabupaten Buru, Sabtu (3/4/2021). (Andi Papalia)

Lokasi yang dijadikan areal pertambangan tersebut berdekatan dengan rumah warga.

Kondisi lingkungan pun rusak akibat bekas galian tersebut.

Saat penertiban dilakukan, tidak terlihat adanya aktivitas para pekerja, karena diduga sudah melarikan diri menghindari aparat. (*)

Penulis: Andi Papalia
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved