Breaking News:

Maluku Terkini

Kasat Pol PP Buru Selatan Dicecar 40 Pertanyaan

Kasat Pol PP Buru SelatanAsnawy Gay, dicecar 40 pertanyaan, terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pakaian dinas dan linmas.

Andi Papalia
Kasat Pol PP Kabupaten Bursel Asnawy Gay akhirnya mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, Rabu (24/3/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Buru Selatan (Bursel) Asnawy Gay, dicecar 40 pertanyaan, terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pakaian dinas dan linmas.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, Muhtadi, kepada TribunAmbon.com, mengatakan, Asnawy diperiksa selama dua hari, dicecer berbagai pertanyaan seputar dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Kata dia, tiga orang penyidik ditugaskan dalam pemeriksaan tersebut, yakni Kepala Seksi Intelejen Azer Jongker Orno, Kepala Seksi Barang Bukti dan Kepala Seksi Penyidikan Kejari Buru.

"Yang diperiksa cuman satu orang, yaitu Kasat Pol PP Bursel, yang melakukan pemeriksaan ada tiga orang, Kasi Intel, Kasi Barang Bukti, serta Kasi Penyidikan", kata Muhtadi, di ruang kerjanya, Kamis (25/3/2021) malam.

Sebelumnya, Kejari Buru sudah lakukan pemeriksaan kepada Asnawy Gay, Rabu (24/3/2021) kemarin.

"Karena datangnya sudah jam 5 sore dan hanya diperiksa selama 1 jam, dengan 11 pertanyaan, pemeriksaan lanjutannya pada hari ini, Kamis (25/3/2021)". ungkap Muhtadi.

Baca juga: Bupati No Comment Soal Presiden Dua Kali Gagal Tinjau Vaksinasi Masal di Pulau Buru

Baca juga: Korupsi Dana Desa di Pulau Buru Rp. 2,1 Miliar Naik Tahap Penyidikan

Dia menjelaskan, pemeriksaan mulai pukul 10.00 WIT - 17.00 WIT, jadi pemeriksaan kurang lebih 6 jam, istirahat 1 jam, dan hari ini 29 pertanyaan kita sampaikan kepada bersangkutan, terkait baju dinas pada tahun 2015, 2018 dan 2019.

"Tahun 2015 dan 2018 pakaian dinas untuk pegawai, sementara Tahun 2019 pakaian linmas dan atribut untuk hansip", ujarnya

"Kami memberikan pertanyaan kepada bersangkutan, terkait bagimana proses pengadaan, siapa yang mengadakan, berapa nilai pengadaan dan kaitannya dengan siapa, siapa bertanggungjawab dalam kegiatan-kegiatan tersebut". Kata Muhtadi kepada TribunAmbon.com di ruang kerjanya

Dia menyebut, pengadaan baju dinas Tahun 2015 berjumlah Rp 88 juta, tahun 2018 Rp 18 juta, Kemudian untuk baju linmas dan atributnya, Tahun 2019 hampir Rp 400 juta", jadi, dengan tiga kegiatan pengadaan itu hampir Rp 560 - Rp 600 juta," tandasnya. (*)

Penulis: Andi Papalia
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved