Breaking News:

Pasir Emas di Pulau Seram

Pemerintah Negeri Batasi Warga Luar Keruk Emas di Pantai Tamilow

Menurut Pejabat Negeri Tamilouw, Rajak Pawawae pembatasan itu dilakukan untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban.

TribunAmbon.com/ Lukman Mukadar
Warga desa Tamillow, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah mendulang emas di Bibir pantai, Senin (22/3/2021) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Negeri (Desa) Tamilow, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah membatasi warga dari luar desa yang masuk untuk mengeruk emas di bibir pantai.

Menurut Pejabat Negeri Tamilouw, Rajak Pawae pembatasan itu dilakukan untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban.

"Orang luar untuk sementara Katong batasi karena menjaga kemanan to," ujar Pejabat Negeri Tamilouw, Rajak Pawawae kepada TribunAmbon.com di Lokasi tambang Emas Tamilouw. Selasa (23/3/2021) pagi.

Dia pun telah berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk bersiaga dilokasi penemuan emas yang tidak jauh dari pemukiman warga itu.

"Sementara ini kita masih koordinasi dulu dengan babisna sama bhabinkamtibmas saja dulu," Katanya

Butiran pasir mengandung emas hasil pendulangan warga Tamilow, Selasa (23/3/2021)
Butiran pasir mengandung emas hasil pendulangan warga Tamilow, Selasa (23/3/2021) (TribunAmbon.com/ Lukman Mukadar)

Baca juga: Heboh Temuan Emas, ESDM Belum Terima Laporan, Kadis; Informasinya Saya Liat di Medsos

Baca juga: Heboh Butiran Pasir Emas di Pantai Tamilouw Hanya Berselang 4 Hari Jelang Kedatangan Jokowi

Kata dia, warga pun hanya diperbolehkan menggunakan peralatan seadanya, mulai dari alat dapur hingga perkakas tukang.

Sementara itu, Wakil Bupati Maluku Tengah Marlatu L Leleury mengaku baru mengetahui kabar penemuan pasir emas di pesisir pantai berjarak 1,5 jam perjalanan dari ibu kota kabupaten itu, Selasa (23/3/2021) pagi ini.

Leleury pun langsung memerintahkan jajarannya untuk mengecek langsung kadar emas hasil temuan warga itu.

"Saya baru dapat kabar juga dari Tribun. Saya sudah minta sekda dan kadis LH tindak lanjuti. Kalau memang emas kita cek kadar emasnya." tandasnya.

Diketahui, Informasi temuan butiran logam mulia ini sudah beredar sejak Jumat, (19/3/2021). Namun baru heboh pada Minggu (21/3/2021), setelah seorang warga kembali menemukan butiran logam berwarna keemasan di lokasi yang sama. (*)

Penulis: Lukman Mukadar
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved