Rabu, 3 Juni 2026

Pasir Emas Pulau Seram

Niat Mencari Tembaga, Udin Malah Temukan Emas, Heboh di Tamilow

Namun secara kebetulan ia menemukan ada butiran logam berwarna keemasan di tumpukan pasir yang bercampur kerikil halus.

Tayang:
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Lukman Mukadar
Syarifudin Risahondua (55), orang yang pertama kali menemukan emas di bibir pantai Tamilow, Maluku Tengah 

Laporan TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Syarifudin Risahondua (55) warga Negeri (Desa) Tamilouw mengaku menjadi orang yang pertama kali menemukan emas di bibir pantai.

Kepada TribunAmbon.com, pria yang akrab disapa Udin ini tidak menyangka menemukan logam mulia yang kini heboh itu.

Pasalnya, saat itu Udin hanya iseng mencari tembaga di bibir pantai, Jumat (19/3/2021) pagi.

Namun secara kebetulan ia menemukan ada butiran logam berwarna keemasan di tumpukan pasir yang bercampur kerikil halus.

Bersama seorang temannya, butiran logam yang dibawa pulang kerumah itu kemudian diuji dengan menggunakan air raksa.

"Kita tes pakai air raksa ternyata betul itu emas,” ujar udin, Selasa (23/3/2021) pagi.

Mengetahui itu adalah emas, dia bersama temannya pun kembali mencari keesokan harinya dan hasilnya, butiran emas serupa yang ditemukan sebelumnya.

Warga desa Tamillow, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah mendulang emas di Bibir pantai, Senin (22/3/2021)
Warga desa Tamillow, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah mendulang emas di Bibir pantai, Senin (22/3/2021) (TribunAmbon.com/ Lukman Mukadar)

Baca juga: ESDM Maluku Sudah Laporkan Temuan Emas ke Pemerintah Pusat

Baca juga: Pakai Panci dan Alat Dapur Warga Dapat 10 Gram Emas, Gali Pasir di Muara Sungai Loyain dan Tamilow

Baca juga: Temuan Emas di Tamilow, Warga Maluku Tengah Terus Berdatangan

“Barulah hari Senin warga dibuat heboh lewat cerita yang tersebar dari mulut ke mulut,” katanya.

Hingga, Selasa sore, kawasan pantai yang tidak jauh dari perkampungan itu dibanjiri warga yang ikut mendulang emas.

Sebagian besar dari mereka mengaku mendapat butiran logam seperti emas.

Pemerintah negeri (desa) setempat pun telah membatasi masuknya warga dari desa lain ke kawasan pendulangan.

Itu dilakukan untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved