Breaking News:

Maluku Terkini

Pepelingasih Sulap Tumpukan Sampah di TPA Masohi Jadi Paving Block dan Ecobricks

Anggota Pemuda Peduli Lingkungan Bersih dan Asri (Pepelingasih) Maluku mengambil inisiatif untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai guna, yakni

TribunAmbon.com/Mesya
MASOHI:Presiden Pepelingasih Maluku, Nurabia Tuasikal mengatakan, gebrakan kecil itu diambil guna meminimalisir jumlah sampah yang ada di TPA yang terletak di perbukitan Kota Masohi, Minggu (21/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Masohi tidak teorganisir dengan baik.

Rencana pemerintah setempat untuk membangun bank sampah pun hingga kini belum terealisasi.

Setiap harinya truk pengangkut sampah membawa berbagai jenis sampah milik warga Kota Masohi dan dibuang di TPA itu.

Dikhawatirkan semakin hari semakin menggunung, tidak terurus dan akan membawa dampak buruk bagi manusia dan lingkungan.

Melihat lahan kosong yang dipenuhi dengan sampah yang hampir menggunung itu, Anggota Pemuda Peduli Lingkungan Bersih dan Asri (Pepelingasih) Maluku mengambil inisiatif untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai guna, yakni paving block dan ecobrick.

MASOHI: Proses pengolahan sampah di TPA Masohi jadi Paving Block dan Ecobrick, Sabtu (20/3/2021).
MASOHI: Proses pengolahan sampah di TPA Masohi jadi Paving Block dan Ecobrick, Sabtu (20/3/2021). (TribunAmbon.com/Mesya)

Presiden Pepelingasih Maluku, Nurabia Tuasikal mengatakan, gebrakan kecil itu diambil guna meminimalisir jumlah sampah yang ada di TPA yang terletak di perbukitan Kota Masohi itu.

“Saat berkunjung ke sana di 2017, ternyata hingga saat ini sampahnya sudah sebanyak itu,” ujar Nurabia kepada TribunAmbon.com, Minggu (21/3/2021).

Kata dia, TPA harusnya menjadi tempat untuk menerima residu yang telah diproses sebelumnya agar dapat memproses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan secara aman bagi manusia dan lingkungan.

Namun, faktanya sampah kian menumpuk dan tidak terorganisir dengan baik di TPA tersebut.

Untuk itu, dia dan kawan-kawannya yang tergabung dalam komunitas di bawah naungan Kementerian Kepemudaan dan Olahraga (Kemenpora) RI yang bergerak dibidang lingkungan membuat gebrakan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah yang berlebihan di tahun-tahun mendatang.

“Kita langsung bikin gebrakan kecil untuk mengolah sampah diatas menjadi ecobrick dan paving block,” ucap Nurabia.

Dia berharap, semakin banyak warga kota sadar akan pentingnya mendaur ulang sampah agar menimimalir terjadinya penumpukan sampah di lokasi TPA.

Penulis: Mesya Marasabessy
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved