Breaking News:

Virus Corona

Update Corona Indonesia Sabtu, 20 Maret 2021: Tambah 5.656 Kasus, Sembuh 5.760 Orang

Jumlah kasus terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Indonesia, bertambah 5.656 pasien pada Sabtu (20/3/2021).

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Update Covid-19 

Komisi Fatwa MUI Pusat memutuskan vaksin produksi AstraZeneca hukumnya haram tetapi mubah digunakan.

Vaksin ini haram karena dalam proses pembuatan inang (rumah) virusnya, produsen menggunakan tripsin dari pankreas babi.

Tripsin ini bukan bahan baku utama virus, melainkan sebuah bahan yang digunakan untuk memisahkan sel inang virus dengan Micro carier virus.

Vaksin Covid-19 Produksi AstraZeneca ini menjadi mubah karena darurat.

Baca juga: 7 Anak Disabilitas dan 22 Pengasuhnya Terpapar Corona, Diisolasi di RLC Tangsel Berkonsep Glamping 

Baca juga: Profesor Jepang Melihat bila Infeksi Corona Meningkat, Ekonomi Terpukul Lagi Ratusan Miliar Yen

Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, menyampaikan, ada lima hal yang membuat vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca mubah digunakan.

Pertama, dari sisi agama Islam, ada hal mendesak yang membuat ini masuk dalam kondisi darurat.

Sumber-sumber hukum dari Al-Quran, Hadist, Kitab Ulama, maupun kaidah fiqih membolehkan penggunaan (mubah) sebuah obat meskipun itu haram dalam kondisi darurat.

“Ada kondisi kebutuhan yang mendesak (hajah syar’iyah) yang menduduki kondisi darurat syar’iyah,” ujarnya, dikutip dari laman Mui.or.id.

Ilustrasi vaksin AstraZeneca
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Istimewa)

Kedua, kondisi darurat itu, selain ada landasan agamanya, juga diperkuat dengan fakta-fakta di lapangan.

Beberapa ahli kompeten yang dihadirkan dalam sidang fatwa MUI, menyebutkan akan ada risiko fatal jika vaksinasi Covid-19 ini tidak berjalan.

Halaman
1234
Editor: sinatrya tyas puspita
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved