Breaking News:

Penanganan Covid

DPR Setuju Sekolah Tatap Muka, Jika Perlu Sediakan GeNose Tes Covid-19 Untuk Siswa

Pembelajaran tatap muka perlu dukungan semua pihak seperti orang tua, guru, penjual makanan di sekolah sekolah, hingga dukungan pemerintah pusat.

Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/ Lukman Mukadar
Pelaksanaan ujian sekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 37 Maluku Tengah, Senin (15/3/2021) 

TRIBUNAMBON.COM - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PPP KH Rojih Ubab Maemoen menyetujui penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah setelah lebih dari satu tahun para siswa belajar daring.

Dia mengaku melihat beberapa hal mulai dari para siswa yang sudah semakin jenuh dengan sekolah daring. 

"Dimana banyak diantara mereka yang selama ini mengalami kendala saat menjalani sekolah jarak jauh tersebut sehingga mengakibatkan target dari proses belajar mengajar kurang terpenuhi," kata Rojih dalam keterangannya, Sabtu (20/3/2021).

Rojib juga menilai, saat ini masyarakat sudah mulai banyak yang terbiasa menerapkan protokol kesehatan berupa menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. 

Ia pun berharap, protokol kesehatan diharapkan bisa diterapkan selama di sekolah.

Baca juga: Jelang Sekolah Tatap Muka, Richard Louhanapessy Yakinkan Kepsek di Ambon Vaksinasi Covid-19 Aman

Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Namlea Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Terlebih, ia menilai, sudah banyak negara yang sudah menarapkan sekolah tatap muka dengan tetap berhasil mengantisipasi penularan Covid 19. 

"Maka Indonesia perlu juga mencoba untuk juga menerapkannya," ucapnya.

Untuk mendukung pembelajaran tatap muka pada Juli tahun ini berhasil, perlu dukungan semua pihak seperti orang tua, guru, penjual makanan di sekolah sekolah, hingga dukungan pemerintah pusat. 

Dukungan pemerintah pusat misalnya dengan melakukan vaksinasi kepada semua guru, penjaga sekolah, hingga penjual makanan.

Dalam menerapkan sekolah tatap muka, lanjut Rojib, tetap perlu diperhatikan asas kehati-hatian dan kewaspadaan. 

Misalnya jika ada suhu anak di atas 37,5 C perlu dilakukan isolasi di sekolah sebelum diserahkan kepada petugas kesehatan atau kepada orang tua. Jika perlu sekolah menyediakan GeNose untuk mendeteksi kemungkinan siswa terpapar Covid 19. 

"Kehati-hatian itu juga bisa diperlihatkan dengan memastikan protokol kesehatan diberlakukan dengan ketat," jelasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved