Ambon Hari Ini
Pernah Viral, Ini Kondisi Pedagang Batu Akik di Kota Ambon Sekarang
Namun empat tahun terakhir, lorong tersebut jauh dari keramaian seiring hilangnya peminat Batu Akik.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan, TribunAmbon.com, Dedy Azis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Lorong Batu, di Jl. Sam Ratulangi Kota Ambon pernah viral sejak populernya Batu Akik di tahun 2017 lalu.
Setiap harinya, lorong sepanjang lebih dari 100 meter ini dibanjiri warga. Bahkan sampai berdesak-desakan.
Namun empat tahun terakhir, lorong tersebut jauh dari keramaian seiring hilangnya peminat Batu Akik.
Hanya tinggal beberapa pedagang saja yang masih memilih bertahan di lorong itu.
Frank salah satunya, kolektor batu akik ini mengaku masih ada peminat sekalipun jauh dari saat kemunculan batu akik di 2017 lalu.
Kebanyakan pembelinya malah dari luar Kota Ambon, yakni dari Pulau Jawa dan Sumatra.
“Mereka pesan secara online,” ujar Frank kepada TribunAmbon.com, Sabtu (13/3/2021).
Dalam seminggu hanya dua sampai tiga batu akik yang terjual.
Harganya pun cuman Rp.90 ribu.
“Jauh berbeda dari harga saat batu akik menjadi fenomena waktu itu,” ujarnya.
Lanjutnya, di awal ramainya batu akik, dia bisa menjual hingga belasan batu akik setiap hari dengan keuntungan hingga Rp 5 juta perhari.
Saat itu, harga perbiji berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 15 juta tergantung jenis batu.
"Dulu 2016 sampai 2017, saya bawa pulang uang Rp.5 juta itu paling sedikit dalam sehari," ujarnya.
Menurutnya, turunnya harga batu akik lantaran banyaknya kolektor yang menabrak harga pasaran dalam penjualannya.
"Kalau sesuatu booming, pasti banyak yang cari, otomatis banyak yang jualan dan bandrol harga sembarangan," kata dia.
Meski kini batu akik kehilangan peminat, Frank memilih tetap bertahan dengan keyakinan, tetap akan ada pembeli.
“Rezeki itu pasti ada saja,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/batu_akik.jpg)