Breaking News:

BBM Oktan Rendah

Kadis DLHP Ambon Akui BBM Oktan Rendah Cemari Lingkungan  Hidup

Apalagi kepadatan kendaraan setiap harinya semakin meningkat dan pastinya mengurangi kualitas udara di Kota Ambon.

TribunAmbon.com/ Adjeng Hatalea
Salah satu unit layanan Pertashop di kawasan Pantai Natsepa, Suli, Salahutu, Maluku Tengah, Rabu (10/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Lucia Izaak mengakui Bahan Bakar Minyak (BBM) beroktan rendah sangat berdampak buruk bagi lingkungan.

“Jadi premium ini kalau dicermati karena nilai oktan rendah tentunya akan menghasilkan gas buang yang punya dampak terhadap pencemaran udara itu tinggi,” kata Lucia kepada TribunAmbon.com, Jumat (12/3/2021) sore.

Lanjutnya, apalagi kepadatan kendaraan setiap harinya semakin meningkat dan pastinya mengurangi kualitas udara di Kota Ambon.

“Ditambah kepadatan kendaraan yang setiap saat makin banyak tidak diimbangi dengan pertumbuhan jalan karena itu maka semakin memperparah tentunya terhadap pencemaran itu sendiri,” jelasnya.

Dia menuturkan, Kota Ambon masih terhitung memiliki tingkat kualitas yang cukup baik.

Baca juga: Dokter Spesialis Paru Sebut Pakai BBM Oktan Rendah Dapat Memicu Penyakit Mematikan

Baca juga: Aktivis Lingkungan Tidak Setuju Bensin Oktan Rendah Masih Digunakan

Data dari aplikasi ISPUnet milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Ambon berada di nilai 23 dan masih tergolong baik.

Meski demikian, sebelum terjadi pencemaran harus ada upaya antisipasi.

“Walaupun bagus (kualitas udara Kota Ambon), tapi kita harus antisipasi karena pertumbuhan kendaraan itu tidak sebanding dengan pertumbuhan jalan,” jelasnya.

Dia pun berharap, penggunaan premium dengan nilai oktan 88 yakni premium dialihkan ke BBM okan tinggi, seperti pertalite dan pertamax.

“Saya berharap kalau bisa ya sebaiknya jangan dipakai kalau memang kita tahu kualitas terhadap udara dan lingkungan buruk sebaiknya dihindari,” harapnya. (*)

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved