Sabtu, 25 April 2026

Ramadhan 2021

Simak Penjelasan Ustaz tentang Jumlah Rakaat Tarawih dan Cara Salat Tarawih

Salat tarawih dapat dilakukan secara berjamaah maupun munfarid, sedangkan untuk jumlahnya ada yang 11, 23 dan 39 rakaat.

Penulis: larasati putri wardani | Editor: sinatrya tyas puspita
humanresourcesonline.net
ilustrasi salat 

TRIBUNAMBON.COM - Meskipun pemerintah belum menetapkan secara resmi kapan 1 Ramadhan 1442 Hijriah, namun Muhammadiyah telah mengumumkan.

Muhammadiyah mengumumkan 1 Ramadhan 1442 H, jatuh pada 13 April 2021.

Meski pandemi Covid-19 belum usai, bukan menjadi penghalang umat islam untuk melaksanakan salat tarawih.

Salat tarawih dapat dilaksanakan secara berjemaah atau sendiri (munfarid).

Lalu bagaimana jumlah rakaatnya dan bagaimana caranya?

Shariah Compliance Takaful Keluarga, Anggota Komisi Fatwa MUI Ustaz Satibi Darwis mengatakan jumlah rakaat salat tarawih berdasar prespektif empat mazhab terdapat dua pandangan.

"Yang pertama dari jumhur ulama' dari Hanafi, Syafi'i, dan Hambali dimana pandangan pertama ini mengatakan bahwa jumlah salat tarawih ada 20 rakaat," kata Ustaz Satibi.

Sedangkan pandangan kedua dalam mazhab Maliki terdiri dua pandangan.

"Pertama dalam kitab mereka al-Mudawwanah al-Kubra bahwa salat tarawih ada 36 rakaat ditambah witir 3."

"Dan Imam Ibnu Rusyd di dalam kitab Bidayatul Mujtahid ia berpandangan sebagaimana jumhur yaitu sama 20 rakaat," kata Ustaz Satibi.

Didalam masyarakat, biasanya melaksanakan salat tarawih 8 rakaat dan witir 3 rakaat sehingga berjumlah 11 rakaat.

Hal tersebut berdasar dalam Hadist Aisyah RA:

كَيْفَ كَانَتْ صَلاَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى رَمَضَانَ، قَالَتْ مَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ فِى غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثاً

“Bagaimana salat Rasulullah SAW pada malam bulan Ramadhan? Ia (Aisyah) menjawab, ’Tidaklah Rasulullah SAW. menambah pada bulan Ramadhan, (juga) pada bulan yang lainnya, dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat, dan engkau jangan bertanya tentang baik dan panjangnya, beliau salat (lagi) empat rakaat, dan jangan (pula) engkau bertanya tentang baik dan panjangnya, kemudian beliau salat tiga rakaat."

Baca juga: Simak Penjelasan Ustaz tentang Apakah Mimpi Basah Membatalkan Puasa?

Sehingga, dapat diperoleh kesimpulan:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved