Jumat, 1 Mei 2026

Otomotif

Jangan Cuma Pakai Saja, Rawat Motor Baru Sedini Mungkin

Kendaraan bermotor jangan hanya dipakai saja, namun juga harus dirawat sedini mungkin agar tidak mengalami kerusakan tak berarti.

Tayang:
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Tanita
OTOMOTIF: Salah seorang pengendara motor sedang mengecek kondisi motornya, Kamis (4/3/2021) 

“Tidak dipikir kilometer berapa, adakan yang mencapai 1000 diganti oli tapi kalau saya menyarankan untuk yang memakai motor sehari-hari dua minggu sekali karena olinya cepat cair,” kata Alfiji.

Service Motor Sesuai Standar Dealer

Setelah mendapatkan motor anda dari tempat penjualan motor, mereka akan menjelaskan di kilometer berapa motor harus di service.

“Biasanya itu mereka lihat dari berapa jauh motor ini sudah melakukan perjalanan, biasanya patok di seribu kilometer,” katanya.

Menurutnya, mengikuti anjuran dari dealer adalah baik karena mereka juga mengetahui kualitas dan ketahanan dari motor yang mereka buat.

“Setelah seribu kilometer di service, abis itu dua ribu di service, begitu seterusnya,” tambah Alfiji.

Menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Oktan Tinggi

Yang terakhir, Alfiji menyarankan untuk menggunakan BBM beroktan tinggi atau melebihi nilai oktan 90.

“Penggunaan BBM beroktan rendah itu memicu kerusakan pada injeksi,” kata Alfiji.

Sama halnya dengan motor yang memiliki karburator, walaupun di modefikasi untuk bbm oktan rendah yakni premium namun dalam jangka panjang akan mengalami kerusakan dan juga karatan didalam mesin.

Alfiji mengakui, harga yang ditawarkan bbm oktan rendah seperti premium memang murah dan sesuai kantong banyak kalangan masyarakat.

Namun, ternyata premium jauh lebih boros daripada bbm oktan yang lebih tinggi nilainya.

“Misalkan ada dua motor dengan spesifikasi yang sama, satunya pakai pertalite seharga Rp 10ribu dan juga premium harganya Rp 10 ribu,” katanya memberi contoh.

“Isian dari premium tentu lebih banyak kan, tapi coba mereka ke dua tujuan yang sama dengan tempat mulai yang sama, pasti premium akan lebih cepat habis,”lanjutnya.

Ia menjelaskan hal itu, disebabkan oleh penggunaan premium memaksa proses pembakaran pada mesin lebih cepat daripada penggunaan BBM oktan yang lebih tinggi.

Katanya, lebih baik menggunakan BBM Oktan yang lebih tinggi nilainya daripada merusak mesin hanya karena murah apalagi biaya perbaiki mesin yang rusak bisa mencapai jutaan rupiah.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved