Breaking News:

Cuaca Buruk

BMKG Sayangkan Display Pemberitahuan Cuaca di Jembatan Merah Putih Ambon Tak Aktif Lagi

Wilhelmina Paays menyayangkan monitor pemantau prakiraan kecepatan angin di Jembatan Merah Putih (JMP) Kota Ambon yang sudah tidak aktif lagi.

TribunAmbon.com/Adjeng
AMBON: Pemandangan Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, Kamis (4/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Salama Picalouhata

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sub Koordinator Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura, Wilhelmina Paays menyayangkan monitor pemantau prakiraan kecepatan angin di Jembatan Merah Putih (JMP) Kota Ambon yang sudah tidak aktif lagi.

Kata dia, alat itu diketahui dapat memberikan informasi cuaca yang akurat dan menjadi salah satu kunci menghindari dampak cuaca buruk.

“Sebelumnya kan ada display untuk arah dan kecepatan angin. Tapi, sekarang sudah tidak bisa diaktifkan lagi,” ujar dia di Studio TribunAmbon.com, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (3/3/2021).

Dia melanjutkan, JMP berada pada ketinggian yang membuat kondisi angin disana sangat kencang dan bisa berdampak bagi pengendara yang melintas di jembatan itu.

“Saat melintas harus hati-hati, karena anginnya kuat sekali,” kata Wihelmina.

Dia pun berharap, monitor pemantau prakiraan cuaca itu bisa diaktifkan kembali. Pasalnya, layar monitor itu memuat kecepatan angin secara real time untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara yang lewat.

“Mohon diaktifkan lagi,” ujarnya.

Dia juga meminta masyarakat lebih waspada terhadap fenomena hujan angin yang sering terjadi di musim pancaroba.

Wihelmina menjelaskan, memasuki musim penghujan, awan cumulonimbus sudah mulai terbentuk.

Dampak dari awan hujan itu pun adalah adanya angin kencang.

"Sekarang sudah mulai banyak terbentuk awan hujan yang namanya awan cumulonimbus, angin kencang merupakan fenomena ekstrem yg ditimbulkannya saat pancaroba dan harus diwaspadai," ujarnya.

Dia pun mengimbau masyarakat tidak panik serta tidak terpengaruh dengan berbagai informasi terutama di media sosial tentang potensi dan dampak cuaca ekstrim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Jika hendak memperoleh informasi mengenai cuaca terkini, lanjut dia, masyarakat boleh mempercayai informasi resmi dari BMKG. (*)

Penulis: Salama Picalouhata
Editor: Adjeng Hatalea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved