Breaking News:

Wisata Religi

Bukit Masbait, Wisata Religi di Maluku Tenggara

Salah satu yang paling sering dikunjungi wisatawan baik lokal maupun domestik adalah Bukit Masbait.

Penulis: Henrik Toatubun | Editor: Adjeng Hatalea
Bukit Masbait, Wisata Religi di Maluku Tenggara
TribunAmbon.com/Henrik
MALUKU: Bukit Masbait ini merupakan bukit tertinggi di pulau Kei Kecil, Maluku Tenggara.

Dalam perjalanan, pengunjung akang dibuat terkesima dengan beberapa diorama dan pesan rohani mengenai Yesus Kristus.

Beberapa desa penyangga bukit tersebut, di antaranya Desa Letman, Ohoi Dertafun, Ohoi Kelanit, Ohoi Dunwahan, dan Desa Singohoi.

Keberadaan Bukit Masbait di Desa Kelanit yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Dahulu kala bukit tersebut seringkali dijadikan sebagai bukit doa oleh penduduknya dan sering dilakukan ritual Jalan Salib umat Katolik.

MALUKU: Salah satu yang paling sering dikunjungi wisatawan baik lokal maupun domestik adalah Bukit Masbait.
MALUKU: Salah satu yang paling sering dikunjungi wisatawan baik lokal maupun domestik adalah Bukit Masbait. (TribunAmbon.com/Henrik)

Namun, karena makna religi yang tinggi dan keindahannya, maka bukit doa itu disulap jadi bukit wisata yang menyimpan sejumlah hal-hal unik bernuansa keagamaan.

Untuk sampai ke sana, harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit dari pusat Kota Langgur.

Di bukit wisata ini terdapat 14 titik doa atau dikenal dengan istilah tempat perhentian Yesus saat menuju penyaliban bagi umat Katolik.

Titik doa yang pertama berada di bawah bukit dan  titik doa keempat belas di atas puncak Bukit Masbait.

Di atas puncak juga dibuat kubur Yesus dan beberapa patung yang dibuat indah untuk menceritakan kisah penyaliban Yesus dalam kepercayaan Kristen.

Bukit ini menjadi sangat penting bagi kehidupan umat Katolik di pulau Kei, sehingga setiap kali Hari Raya Paskah tiba, umat Katolik akan menjadikan bukit ini sebagai tempat untuk merayakan momen Paskah seperti ibadah jalan salib.

"Hari ini saya sedang doa pribadi yah. Saya sedang membawa doa-doa saya menyusuri perhentian-perhentian ini," ujar Nia (28) salah satu pendoa saat berada di perhentian ketiga.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved