Breaking News:

Vaksinasi

Mengenal Anafilaktik, Reaksi Alergi Berat Usai Vaksinasi

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan menuturkan, reaksi anafilaktik akibat vaksinasi sangat jarang terjadi.

Tribun Ambon/www.covid-19.go.id
DAMPAK IMUNISASI - Ilustrasi dampak imunisasi yang dialami mereka yang disuntik vaksin. 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan menuturkan, reaksi anafilaktik akibat vaksinasi sangat jarang terjadi.

Diketahui, anafilaktik adalah syok yang disebabkan oleh reaksi alergi yang berat.

Syok Anafilaktik membutuhkan pertolongan yang cepat dan tepat.

Dari satu juta dosis vaksin, terjadi sebanyak satu atau dua kasus.

Selain disebabkan vaksin, reaksi Anafilaktik juga bisa terjadi akibat faktor lain.

“Anafilaktik dapat terjadi terhadap semua vaksin, terhadap antibiotik, terhadap kacang, terhadap nasi juga bisa, terhadap zat kimia juga bisa,” kata Hindra dikutip dari websiter Kementerian Kesehatan, Jumat (23/2/2021).

Prof. Dr. Kusnadi Rusmil, dr., Sp.A(K), MM. yang merupakan guru Besar UNPAD sekaligus Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Sinovac menambahkan, kejadian anafilaktik pasti terjadi untuk penyuntikan skala besar.

Sehingga sudah menjadi tugas fasilitas pelayanan kesehatan harus siap mengantisipasi kemungkinan kejadian tersebut.

“Kalau kita lakukan vaksinasi 1 juta saja, 1-2 orang akan pingsan. Kalau yang disuntik 10 juta maka yang pingsan 10-20 orang, orang akan ribut, medsos akan bertubi tubi, media sibuk. Padahal memang seperti itu. Jadi kita harus siap-siap” ungkap prof Kusnadi.

Prof Kusnadi menegaskan, vaksinasi memiliki manfaat yang lebih besar dibanding resikonya.

Halaman
12
Editor: Adjeng Hatalea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved