Kamis, 28 Mei 2026

Maluku Terkini

BPBD Maluku Tengah Imbau Warga Waspada Angin Kencang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah mengimbau masyarakat mewaspadai terjangan angin kencang hingga puting beliung.

Tayang:
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
Adjeng Hatalea
Pohon tumbang akibat angin kencang dan hujan deras di Jalan Tulukabessy, Rijali, Sirimau, Kota Ambon, Senin (8/2/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah mengimbau masyarakat mewaspadai terjangan angin kencang hingga puting beliung.

Cuaca ekstrim yang melanda kawasan Kabupaten Maluku Tengah baik hujan hingga angin kencang menjadikan fenomena itu berpotensi terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Maluku Tengah, Abdul Latif Key mengatakan, hampir seluruh wilayah di Indonesia saat ini berpotensi mengalami peristiwa tersebut.

"Tak hanya di wilayah lautan, di desa-desa, perkotaan pun juga rawan terdampak angin kencang," kata Latif kepada TribunAmbon.com di Masohi, Kamis (25/02/2021).

Dia menghimbau, masyarakat perlu mewaspadai angina kencang yang disebabkan oleh fenomena Lanina. Terlebih, dua insiden kebakaran yang terjadi dalam sehari di Kota Masohi, Selasa (25/2/2021) kemarin.

Latif menjelaskan, angin kencang hingga puting beliung biasanya terjadi karena perbedaan suhu dan tekanan udara.

Baca juga: Harga Murah Jadi Alasan Pengguna Motor Tetap Pakai BBM Oktan Rendah di Ambon             

Hal itu bisa terlihat dari suhu udara yang panas, lalu terbentuk awan hujan tebal yang bisa menyebabkan terjadinya angin kencang.

"Kondisi tersebut berpotensi muncul angin kencang saat hujan deras," jelasnya.

Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait fenomena Lalina tersebut. Dengan demikian, lanjut dia, pengetahuan serta kewaspadaan masyarakat akan lebih ditingkatkan lagi.

Dia menuturkan, beberapa agenda edukasi sudah dilaksanakan BPBD Maluku Tengah.

Seperti yang telah dilakukan Forum Penanggulangan Bencana yang beranggotakan Tagana dan relawan.

Dia pun meminta warga melakukan antisipasi mandiri untuk meminimalisir dampak bencana.

"Jika pohon tersebut dalam kondisi lapuk, disarankan untuk ditebang agar tidak tumbang saat angin kencang," saran Latif.

BPBD Maluku Tengah mencatat terjangan angin disertai hujan dan ombak yang cukup parah terjadi pada 2020 lalu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved