Maluku Hari Ini
Usut Kelangkaan Mitan, DPRD Maluku akan Panggil Distributor dari 4 Kabupaten
sistem pembayaran dan order kan dilakukan dengan cara online melalui perbankan sehingga tentu menyulitkan jika bank tutup saat libur Panjang,
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Insany
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Kelangkaan minyak tanah (mitan) yang terjadi sebulan terakhir akhirnya disikapi DPRD Provinsi Maluku.
Usai rapat dengan Pertamina ke Karang Panjang Ambon, Selasa (19/1/2021).
Komisi II DPRD Maluku yang membidangi Pertambangan dan Energi, Perindustrian dan Pertambangan serta sejumlah bidang pembangunan lainnya.
Berencana mengundang distributor minyak tanah dari empat kabupaten yang mengalami kelangkaan.
Keempat kabupaten ini adalah Seram bagian Barat, Seram Bagian Timur, Buru Selatan dan Kabupaten Buru.
Ketua Komisi II, Saudah Tuankotta Tethool, yang dihubungi TribunAmbon.com via Washapp, Rabu (20/1/2021) mengatakan kehadiran para distributor ini untuk mengkonfirmasi hasil pertemuan dengan Pertamina Selasa kemarin.
Baca juga: Tiga Sebab Mitan Langka di Ambon, Ini Kata Marketing Pertamina
‘’Kami ingin mengetahui penyebab kelangkaan minyak tanah yang terjadi saat ini di sejumlah kabupaten / kota di Maluku,’’ terang Saudah.
Meskipun dia memahami penyebab kelangkaan karena libur panjang serta sistem online yang berlaku Pertamina.
Baca juga: BREAKING NEWS: Gempa 5.5 Magnitudo Guncang Tenggara Maluku
‘’Sekarangkan sistem pembayaran dan order kan dilakukan dengan cara online melalui perbankan sehingga tentu menyulitkan jika bank tutup saat libur Panjang, dampaknya berimbas ke bulan selanjutnya,’’ jelas politisi dari Gerindra ini.
Menurut Saudah yang dikuatirkan jika mitan yang merupakan BBM subsidi ini tidak hanya dijual kepada pengguna di rumah tangga saja.
Tapi juga dijual secara illegal ke pemilik speedboad atau katinting untuk melayani penumpang antar pulau.
‘’Memang harus ada penambahan kuota agar tidak dialihkan penggunaannya, biasanya ada saja pangkalan yang nakal,’’ cetusnya.
Karena itu distributor yang ada di kabupaten yang mengalami kelangkaan minyak tanah, Jumat (20/1/2021) diundang ke DPRD untuk menjelaskan hal ini (*)