Cinta Maluku, 11 Relawan Rumah Kepemimpinan Indonesia Berlayar 7 Hari ke Pulau Buru
Rumah Kepemimpinan (RK) Indonesia wadah bagi mahasiswa berprestasi dari universitas ternama di Indonesia, seperti UI, UTB, IPB, dan Unpad
Penulis: Rahmat Tutupoho | Editor: Nur Thamsil Thahir
Mereka juga langsung mencoba berbicara dengan menggunakan beberapa kosakata Melayu Ambon, seperti beta, ose, kamorang , dangke dll.
Selanjutnya, 11 relawan ini langsung diajak berkunjung ke beberapa tempat wisata.
Mulai dari Kolam Morea dan Rumah Pohon di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah hingga Pantai Sopapei, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.
"Di Bandung jarang liat pantai, ya ampun, pantai dan gunungnya keren," ujar Ily (19), mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.
Para relawan yang berasal dari berbagai suku di Indonesia ini, mengaku kagum dengan keindahan laut di Ambon dan sebagian wilayah Kabupaten Maluku Tengah.
"Sumpah warna air lautnya keren banget, Ya Allah," ucap Indah (20), mahasiswi Komunikasi Institut Pertanian Bogor.
Saat melihat pasir dan air laut di Pantai Sopapei, sebagian besar dari relawan ini, langsung nyebur.
Sore hari mereka dibawa ke Sanggar Booyratan Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, untuk menikmati sagu gula dan musik Ukulele.
"Sagu gula manis banget dan enak. Pertama kali aku makan loh," ujar Reza (20), mahasiswa Geofisika Universitas Indonesia.
Tidak hanya itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk bermain Ukulele dan bernyanyi bersama degan adik-adik Sanggar Booyratan.
Senin (11/1/2020) malam, rombongan Rumah Kepemimpinan dan Gerakan Sayang Maluku melanjutkan perjalanan ke Namrole, Kabupaten Buru Selatan dengan menumpangi Kapal Elisabeth.
Mereka akan berpencar ke beberapa titik untuk menjalankan program Aksi Peduli Pendidikan di Kabupaten Buru Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/relawan-rumah-indonesia_di_ambon.jpg)