Kamis, 23 April 2026

Cinta Maluku, 11 Relawan Rumah Kepemimpinan Indonesia Berlayar 7 Hari ke Pulau Buru

Rumah Kepemimpinan (RK) Indonesia wadah bagi mahasiswa berprestasi dari universitas ternama di Indonesia, seperti UI, UTB, IPB, dan Unpad

Penulis: Rahmat Tutupoho | Editor: Nur Thamsil Thahir
Tribun Ambon/henrikus_toatubun
RUMAH KEPEMIMPINAN - Komunitas dan relawan dari Rumah Kepemimpinan Indonesia dari sejumlah universitas ternama di Jawa, Bali, dan Sumatera, berfose di Kota Ambon, Minggu (11/1/2021). Mereka selanjutnya berlayar ke Pulau Buru, setelah lima hari berlayar dari Jawa ke Ambon. 

Cinta Maluku, 11 Relawan Rumah Kepemimpinan Indonesia Berlayar 7 Hari ke Pulau Buru

AMBON, TRIBUNAMBON.COM,- Sebanyak 11 relawan Rumah Kepemimpinan Indonesia, rela berlayar 5 hari dari Jakarta, lalu dari Ambon berlatar dua hari ke Pulau Buru, untuk mewujudkan cinta mereka ke Maluku.

Setelah lima hari perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dengan KM Dorolonda, 11 relawan Rumah Kepemimpinan Indonesia tiba di Pelabuhan Yosudarso Kota Ambon, Maluku, Minggu (10/1/2020), dini hari.

Rumah Kepemimpinan (RK) adalah wadah bagi mahasiswa berprestasi pada beberapa universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjajaran, dll.

Beberapa di antara mereka juga sudah alumni.

Mereka datang ke Ambon dalam rangka agenda Aksi Peduli Pendidikan bersama Gerakan Sayang Maluku (GSM) di Kabupaten Buru Selatan.

Gerakan Sayang Maluku merupakan sebuah gerakan kepemudaan yang bergerak di bidang pendidikan, sosial dan kemanusiaan di Maluku.

"Kali ini, kami akan terjun ke beberapa titik di Buru Selatan. Kami menggandeng teman-teman Rumah Kepemimpinan untuk memberikan spirit dan semangat bagi anak-anak Maluku, bahwa anak-anak Maluku juga hebat dan tidak tertinggal," ujar Yani.M.H.Salampessy, Founder Gerakan Sayang Maluku saat menjemput rombongan di Pelabuhan Yosudarso Ambon.

Ia menyampaikan, ada beberapa program unggulan yang akan dijalankan di Buru Selatan.

Mulai dari proses belajar mengajar, diskusi kampung/pemuda, penyuluhan kesehatan dan ekonomi kreatif, program rumah baca, outbond dan pentas seni.

Namun fokus utamanya adalah kegiatan seputar pendidikan, karena pendidikan di pelosok-pelosok Maluku sangat memprihatinkan. Tidak hanya dari sarana prasarana dan fasilitas, tapi juga tenaga guru.

Setelah turun dari kapal, beberapa relawan ini mengaku, perjalanan panjang ini adalah perjalanan pertama bagi sebagian dari mereka.

Setelah diantar ke penginapan, mereka disajikan kue-kue lokal seperti gogos, babengka dan nagasari untuk sarapan.

Adegan lucu pun terjadi saat mereka mencoba menyebut babengka dengan dialek Ambon.

"Babengkaaaaaaaaa," celoteh Akbar (23), salah satu relawan tunggal dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved