Breaking News:

Sebelum Terjun ke Lapangan, 1.200 Vaksinator di Maluku Ikut Pelatihan Daring Selama 25 Hari

Mereka dibagi menjadi 12 angkatan. Masing-masing angkatan terdiri dari 100 peserta yang akan dilatih secara terpisah

Kontributor TribunAmbon.com, Helmy)
Tabel penerimaan vaksin covid 19 berdasarkan kelompok sasaran 11 Kab/Kota Provinsi Maluku.   

Sebelum Terjun ke Lapangan, 1.200 Vaksinator di Maluku Ikut Pelatihan Daring Selama 25 Hari

Laporan Reporter TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sebanyak 1.200 vaksinator atau tenaga imunisasi di Maluku diikutsertakan dalam pelatihan vaksinasi Covid-19 selama 25 hari.

Pelatihan daring itu dalam rangka mempersiapkan tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan vaksinasi covid-19 di periode 2021.

Kegiatan yang dilaksanakan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Makassar itu digelar di dunia maya atau secara daring, pada 11 Januari hingga 5 Februari 2020.

“Fasilitator kesehatan sementara dilatih. Menurut info dari dinas, sedang dilatih dan difasilitasi oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan di Makassar. Jadi secara virtual dilatih hari ini,” jelas Juru Bicara Khusus Untuk Vaksinasi, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr Adonia Rerum saat ditemui TribunAmbon.com di ruang kerjanya, Senin (11/1/2021).

1.200 tenaga medis perwakilan dari rumah sakit dan puskesmas yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Maluku itu dibekali dan dilatih untuk imunisasi.

Vaksin Sinovac tiba di Bandara Pattimura Ambon, Senin (4/1/2021) di kawal Brimob Polda Maluku  sejak bongkar muatan di kargo hingga dibawa ke Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Karang Panjang Ambon. 
Vaksin Sinovac tiba di Bandara Pattimura Ambon, Senin (4/1/2021) di kawal Brimob Polda Maluku  sejak bongkar muatan di kargo hingga dibawa ke Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Karang Panjang Ambon.  (Humas Polda Maluku)

Setiap rumah sakit diwakilkan 10 tenaga medis, dan lima perwakilan dari tiap-tiap puskesmas.

Mereka dibagi menjadi 12 angkatan. Masing-masing angkatan terdiri dari 100 peserta yang akan dilatih secara terpisah, yakni tiga angkatan dalam satu kali pelatihan.

Menurut dr Adonia, meski peserta pelatihan rata-rata berlatar belakang tenaga medis, namun mereka harus memenuhi beberapa persyaratan.

Halaman
12
Penulis: Adjeng Hatalea
Editor: Nur Thamsil Thahir
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved