Breaking News:

Maluku Terkini

Terkendala Izin BPOM, Distribusi Vaksin Covid-19 Ke-11 Kabupaten/Kota di Maluku Ditunda

Distribusi vaksin covid-19 di 11 kabupaten/kota di Maluku masih terkendala penerbitan izin penggunaan darurat BPOM

AMBON, TRIBUNAMBON.COM, - Meski sudah mengantongi sertifikat halal yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Distribusi vaksin covid-19 di 11 kabupaten/kota di Maluku masih terkendala penerbitan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Kementerian Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Khusus Untuk Vaksinasi, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerum saat ditemui TribunAmbon.com di ruang kerjanya, Senin (11/1/2021).

Baca juga: Berikut Syarat dan Catatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia untuk Upaya Vaksinasi Covid-19

Vaksin yang datang masih tersimpan di gudang farmasi Dinkes Provinsi Maluku, belum didistribusikan ke tingkat kabupaten karena menunggu rekomendasi dari BPOM dan MUI. 

‘’Tapi kalau MUI sudah mengeluarkan sertifikasi halal,” ucapnya.

Adapun vaksin Covid-19 produksi Sinovac itu dinyatakan halal dan suci setelah MUI Pusat menggelar rapat pleno tertutup di Jakarta, Jumat (8/1/2021) lalu.

Dia melanjutkan, saat ini BPOM tengah melakukan analisa data dan dokumen, serta uji klinis terhadap vaksin sinovac tersebut.

Begitu rekomendasinya keluar, vaksin baru bisa didistribusikan ke tingkat kabupaten/kota yang tersebar di Maluku.

“Itu sebabnya mereka belum mengeluarkan rekomendasi yang disebut emergency use authorization (EUA). Kalau itu sudah keluar baru didistribusikan ke daerah,” sambungnya.

Baca juga: Soal Vaksinasi Mandiri Covid-19, Jubir Kemenkes Sarankan Rumah Sakit Tunggu Aturan dari Pemerintah

 dr. Adonia menerangkan, sesuai dengan instruksi Presiden RI, Joko Widodo launching perdana vaksinasi covid-19 akan digelar pada 13 Januari mendatang.

Namun, hal itu bisa saja ditunda jika belum mengantongi EUA dari Kementerian BPOM.

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang diterima TribunAmbon.com, Kepala BPOM Ambon, Heriani mengatakan, sambil menunggu kapan didistribusikan, vaksin yang tengah disimpan di ruang pendingin Dinkes Provinsi Maluku itu tetap dijaga dan dipantau suhunya.

Heriani  menyebutkan vaksin masih tersimpan di ruang pendingin dalam kemasan primer dan tidak boleh sering dibuka.  

Namun ia tidak menjelaskan sebab BPOM Pusat belum mengeluarkan rekomendasi tersebut. 

Penulis: Adjeng Hatalea
Editor: v
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved