Ambon Terkini
Jalan-Jalan ke Eks Prostitusi Ambon, Ditanya Wanita Bertato: Kaka’ Cari Kos Ato Ledis-kah
"Dulu waktu masih lokalisasi banyak uang licin (mengkilap) dan harum. Sekarang uang su (telah) sobek.." kata pemilik kedai kopi.
Penulis: Rahmat Tutupoho | Editor: Nur Thamsil Thahir
Laporan; Henrik Toatubun, Helmi Tasijawa & Thamzil Thahir
INGIN merasakan bagaimana dicap sebagai pria "hidung belang"?
Jika Anda di Kota Ambon, jalan-jalanlah ke bekas area Lokalisasi Prostitusi Tanjung Batu Merah.
Di area ini, --baik siang apalagi malam-- tiap lelaki dewasa "asing" akan dapat dua respons; Jadi obyek tatapan tajam atau isyarat kerlingan mata.
Reaksi Anda selanjutnya jadi penentu.
Jika diam Anda “aman”. Namun jika tersenyum atau bereaksi verbal maka akan dapat pertanyaan menggoda;
"Kaka cari kos atau ledis kah.." (Kakak mencari kamar kost atau perempuan kah?)
Dan itulah "klimaks" pengalaman tim jurnalis TribunAmbon.com, saat melawat ke area superpadat pemukim ini, Minggu (10/1/2021) sore.
Tanggal 9 Februari 2021 bulan depan, adalah ulang tahun pertama penutupan resmi "area pemuas naf*u" ini oleh otoritas sosial Kota Ambon.
Kala di lokalisasi, kami sempat jadi "kerubutan" beberapa anak muda dan pria paruh baya. Terus terang kami "sempat sangat khawatir jadi bulan-bullly-an warga."
Untungnya, sehari sebelumnya, kami sudah dapat "restu lisan" dari ketua RT setempat.
Dimana?
Lokasi eks lokalisasi ini masih masuk kawasan pusat Kota Ambon.
Dari Jembatan Merah Putih, lokasi ini berjarak sekira 1,4 km sahaja.
Dari kantor pusat pemerintahan provinsi di Kilometer 0 Kota Ambon, sekitar 2,5 km.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/eks-prostitusi-tanjung-batu-merah-2021.jpg)