Jumat, 24 April 2026

Catatan Perjalanan Egy Massadiah

Doni Monardo; Jejak Kobra, Macan Tutul hingga Pelahlar

Tak kurang dari 50 personel lain tampak mengiringi Doni Monardo. Mereka terdiri atas aparat TNI/Polri wilayah Cilacap, petugas BPBD Kabupaten Cilacap,

Tribun Ambon/BNPB
Kepala BNPB Donny Monardo saat naik perahu Segara Anakan, Cilacap – Jawa Tengah, Jumat (4/12/2020). 

Kegiatan Doni Monardo di Cilacap, paralel dengan karakter bencana yang sifatnya berulang.

Sebelum kunjungan ini, Doni juga sudah mendatangi berbagai daerah yang berpotensi bencana.

Seperti di NTT, NTB, Aceh, Sumatera Barat, Sentani, Papua bahkan Sangihe.

Bencana alam sifatnya berulang. Sering dikatakan Doni, perang itu masih mungkin terjadi, tetapi yang namanya bencana pasti terjadi. Persoalan kapan terjadi, hanya Tuhan yang tahu.

Tugas manusia adalah waspada, terlebih mengingat Indonesia terletak di daerah yang rawan bencana.

Doni teringat pertemuannya dengan peneliti gempa dan tsunami dari Brigham Young University, Amerika Serikat Profesor Ron Harris di kantor BNPB pada tahun 2019.

Jauh sebelum terjadi tsunami Aceh 2004, Profesor Ron sudah melakukan penelitian di sana.

Pasca terjadi tsunami, berkali-kali Profesor Ron menyatakan penyesalannya. Katanya, kalau saja ia punya waktu dan menyempatkan diri menjumpai masyarakat Aceh dan Sumatera: memasyarakatkan hasil penelitiannya, niscaya korban tsunami Aceh 2004 tidak akan sebesar itu.

Pernyataan Prof Ron juga membuka tabir ilmu pengetahuan yang lain, dengan hasil penelitian tim Universitas Syah Kuala, Aceh atas situs bencana Gue Ek Leuntie di Desa Pasi, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar.

Lapisan struktur tanah padat yang ada di gua tersebut, merupakan bukti adanya tsunami berulang.

Kepala BNPB Letjen Purn Doni Munardo
Kepala BNPB Letjen Purn Doni Munardo (Tribun Ambon/dok BNPB)

Masih Ada Kobra?

Kembali ke Nusakambangan. Lebih satu jam Doni Monardo berada di tengah hutan Cagar Alam Nusakambangan Barat. Ia memegang dan mengusap-usap pohon pelahlar.

Tiba-tiba, kepada tim BKSDA Jawa Tengah, Doni bertanya, “masih ada kobra?”

Yang ditanya sempat terperanjat, tapi lekas menjawab, “oh, masih banyak pak! beberapa hari yang lalu kami menangkap kobra,” ujarnya.

Rupanya Doni terkenang tahun 1985 lalu, saat pendidikan dan latihan Kopassus di daerah ini.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved