Komnas Perempuan Gagas Pembangunan Center of Peace di Maluku
Komnas Perempuan melakukan konsultasi untuk membangun Center of Peace di Maluku pada 2022 mendatang
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea
TRIBUNAMBON.COM – Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) melakukan konsultasi untuk membangun Center of Peace di Maluku pada 2022 mendatang.
Konsultasi ini dilakukan di Swiss-Belhotel Ambon, Senin (30/11/2020) dengan melibatkan elemen masyarakat sipil dari Gerakan Perempuan, Akademisi, Praktisi, dan Jurnalis di daerah itu.
Ketua Komnas Perempuan, Andy Yetriyani menyatakan, gagasan pembangunan Center of Peace di Maluku ini muncul dari kegelisahan berbagai pihak dalam upaya untuk merawat perdamaian yang berkelanjutan.
Baca juga: Update Corona di Kota Ambon : 1 Pasien Meninggal, Angka Kasus Mencapai 3.461
“Ini merupakan kegelisahan bersama, bahwa kita butuh sebuah ruang publik untuk memastikan upaya-upaya perdamaian," ucap Ketua Komnas Perempuan, Andy Yetriyani kepada TribunAmbon.com saat ditemui usai kegiatan tersebut di Swiss-Belhotel Ambon, Senin (30/11/2020).
"Ini bukan saja hidup berkelanjutan tapi juga berjejak dan berakar yang memungkinkan masyarakat di Maluku dapat memiliki sebuah pemikiran kritis pada provokasi konflik yang bisa terjadi terhadap apa saja,” imbuh dia.
Tonton Juga :
Adapun rencana pembangunan Center of Peace ini, lanjutnya, dengan menggunakan modelitas sosial yang telah ada.
Baik yang digagas oleh masyarakat sipil maupun pemerintah setempat.
“Misalnya saja kita tahu di ambon ada gong damai, di bawahnya kan ada ruang publik yang bisa digunakan."
"Untuk bisa menceritakan bukan saja soal akar masalah ataupun dampak konflik, tetapi juga inisiatif-inisiatif perdamaian."
"Dengan maksud agar ke depan kita punya resiliensi atau ketahanan lebih pada berbagai potensi konflik di Indonesia khususnya di Ambon, Maluku,” terangnya.
Baca juga: GMNI Minta Gubernur Maluku Tegur Keras Bupati SBB, Lantaran Dianggap Tak Hargai Adat
Menurutnya, isu atau dinamika yang terjadi di tingkat lokal, nasional bahkan global bisa saja berpotensi membangun sentimen antar kelompok di Maluku.
Maka perlu adanya sebuah wadah yang bisa menampung inspirasi-inspirasi untuk perdamain.
“Misalnya, di tengah proses dinamika pertarungan politik, ketika terjadi peristiwa pemilihan Kepala Daerah di tingkat lokal," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/komnas-perempuan-melakukan-konsultasi-bersama-elemen-masyarakat.jpg)