Pemkot Ambon Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Ambon, Menuju Masa New Normal
Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tengah berjuang memulihkan sektor pariwisata, terlebih memasuki era kenormalan baru.
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea
TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tengah berjuang memulihkan sektor pariwisata, terlebih memasuki era kenormalan baru.
Hal ini dibuktikan dengan adanya upaya pembenahan dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya Pramuwisata.
Pelatihan Pemandu Wisata Tematik yang dilaksanakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon melibatkan 30 peserta yang terdiri dari Pramuwisata dan Pelaku Pariwisata di daerah itu.
Setelah penyajian materi di hari pertama pada Kamis (26/11/2020), kemudian peserta dilibatkan untuk mengikuti simulasi tour dengan mengunjungi beberapa objek wisata di hari kedua, Jumat (27/11/2020), seperti Gong Perdamaian Dunia, Patung Martha Christina Tiahahu, Desa Amahusu dan Pantai Namalatu.
Dari pantauan TribunAmbon.com di lapangan, selama pelaksanaan kegiatan simulasi, peserta diwajibkan untuk menjalankan protokol kesehatan.
Peserta terlihat antusias, terlebih saat mereka mempresentasikan materi tour di hadapan para observer dan peserta lain yang berperan sebagai wisatawan.
Kegiatan simulasi itu tentu saja berbeda dengan yang sering dilaksanakan.
Salah seorang peserta Pemandu Wisata, Vascolino Pattipeilohy mengaku, simulasi seperti ini sudah sering dilakukan, namun kali dia harus menyesuaikan dengan segala kebaruan terutama dalam hal menjalankan protokol kesehatan selama pelayanan.
Baca juga: Pemkot Ambon Raih Penghargaan DataGovAI 2020, Dinilai Mampu Beradaptasi di Era Digitalisasi
Baca juga: Ingin Lewat Jalan Jenderal Soedirman, Puluhan Sopir Angkot Hatu Datangi Dishub Ambon
Baca juga: Lewat Medsos, Seorang Petani Paksa 5 Warga Ambon Termasuk 2 Mahasiswa Rekam Adegan Asusila
“Kegiatan pemandu wisata ini kan perlu dilakukan pelatihan yang sifatnya berulang, tujuannya agar kita bisa me-refresh kembali skill dan juga pemahaman kita terkait pariwisata itu sendiri. Terakhir kami melakukan simulasi di bulan Januari kalau tidak salah. Setelah pandemi, kami sudah tidak melakukan simulasi atau melayani tamu. Jadi, simulasi kali ini benar-benar berbeda. Kami perlu belajar banyak hal terutama saat menjalankan tugas di masa new normal,” ujar salah seorang peserta Pemandu Wisata, Vascolino Pattipeilohy kepada TribunAmbon.com, Jumat (27/11/2020).
Dia menerangkan, saat melakukan simulasi, peserta tidak hanya dikenalkan dengan materi-materi terbaru, namun juga dianjurkan untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti tidak melepaskan masker meski saat menyampaikan materi di dalam bis, menjaga jarak dan tidak melakukan kontak langsung dengan wisatawan serta rutin mencuci tangan.
Meski demikian, dia sangat optimis dan tidak sabar menjalankan tugas sebagai Pemandu Wisata di era new normal.
“I’m so ready for the upcoming events,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Tity Oratmangun berharap melalui kegiatan tersebut, kapasitas Pemandu Wisata dan Pelaku Pariwisata bisa lebih meningkat dan ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan ketika menjalankan tugas di lapangan.
“Harapannya mereka (peserta) dapat memancarkan citra pariwisata khususnya di Kota Ambon. Fokus kami saat ini di city branding yakni Ambon City of Music, sehingga dapat meningkatkan arus kunjungan wisatawan baik lokal, nasional, maupun internasional,” kata Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Tity Oratmangus kepada TribunAmbon.com saat ditemui usai kegiatan simulasi di Pantai Namalatu, Jumat (27/11/2020).
(*)