Kalesang Maluku Jaga Tarian Tradisional Cakalele, Seni Berperangnya Warga Lokal
Di Maluku, sebuah seni dalam berperang dikenal dengan Cakalele. Seni ini ada di hampir setiap jiwa orang Maluku.
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea
TRIBUNAMBON.COM - Di Maluku, sebuah seni dalam berperang dikenal dengan Cakalele.
Seni ini ada di hampir setiap jiwa orang Maluku.
Jika merasa dirinya dalam bahaya, seni tersebut akan keluar dengan sendirinya.
Generasi terdahulu, melakukan cakalele setiap kali berhadapan dengan musuh dalam medan perang.
Baca juga: Keahlian Pandai Besi, Warisan Leluhur Masyarakat Teor di Seram Bagian Timur
Namun, dengan berjalannya waktu, Cakalele kemudian dijadikan sebagai sebuah tarian tradisional dan menjadi kekayaan budaya orang Maluku.
Dalam tarian cakalele, penari menggunakan Parang Salawaku yang merupakan sepasang senjata tradisional Maluku juga menjadi bagian terpenting dalam tarian tersebut.
Tonton Juga :
Kostum yang dikenakan juga melambangkan keberanian dan semangat juang laki-laki Maluku.
Pakaian tradisional berwarna merah itu terdiri dari penutup kepala atau kain berang, selempang, dan ikat pinggang.
Tarian ini mestinya ditampilkan di acara-acara adat istiadat saja.
Namun, untuk menjaga agar budaya yang telah diwariskan dari leluhur itu tidak tergerus waktu.
Maka penting untuk terus ditunjukan dalam agenda resmi lainnya.
Baca juga: Kisah Bocah Pengangkut Wisatawan di Ohoi Letman Kepulauan Kei, Berani Bawa Perahu dan Flying Fox
Untuk bisa menarikan tarian tradisional Cakalele, diperlukan minat, keberanian dan keahlian khusus.
Dewasa ini, tidak semua generasi muda tertarik untuk mempelajari dan melestarikan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas orang Maluku itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/komunitas-kalesang-malulu-tarian-tradisional-cakalele.jpg)