Kabar Artis
Mona Ratuliu Beberkan Alasan Jarang Posting Foto Mima Shafa
Mona Ratuliu blak-blakkan mengungkapkan alasan dirinya jarang memposting foto putri pertamanya di akun Instagram pribadinya.
Rajin-rajin membersihkan kipas angin, AC, kawat nyamuk, atau barang-barang apa pun yang bisa menjadi tempat debu bertumpuk.
"Yang pertama bisa dilakukan bersihkan rumah dari debu. Singkirkan barang2 yang bisa menyimpan debu kayak karpet, boneka, atau barang yang menumpuk. Rajin2 bersihin kipas angin, ac, kawat nyamuk atau apapun yang seringkali tanpa kita sadari menyimpan debu. Karena debu biasanya ‘musuh’ utama buat anak2 yang kulitnya sensitif."
Kedua, tidak boleh memandikan anak terlalu lama.
Menurut Mona, lama waktu mandi yang tepat kalau bisa kurang dari 10 menit.
Suhu air juga harus diperhatikan, tidak boleh terlalu panas.
Lebih baik, suhu airnya hangat-hangat kuku.
Kemudian, sabun yang digunakan harus mengandung pelembap.
Sabun yang mengandung pelembap akan membuat kulit bayi terasa licin dan tidak kesat sehabis mandi.
"Nah buat anak yg kulitnya sensitif, mandinya jangan lama2 yah. Kalau bisa kurang dari 10 menit. Suhu airnya jg jangan terlalu panas. Hangat kuku aja. Lebih dingin lebih baik, tapi juga jangan sampai bikin bayinya nggak nyaman. Pilih sabun dengan pelembab, tandanya biasanya habis mandi kulitnya masih licin dan nggak kesat."
Saat selesai mandi, jangan menggosok kulit bayi dengan handuk.
Cara yang tepat adalah menepuk-nepukkan handuk pada permukaan kulit yang basah.
Setelahnya, segera memberikan losion atau pelembap dalam bentuk krim.
Losion atau pelembap harus langsung digunakan setelah anak selesai mandi.
Mona pun menceritakan, biasanya dokter menyarankan penggunaan krim steroid setelah pelembap pada kulit anak yang kemerahan.
Namun, ia juga mengingatkan agar tidak menggunakan krim steroid tanpa pengawasan dokter.
"Nah selesai mandi kulitnya jangan digosok handuk, tepuk2 aja handuknya. Terus sesegera mungkin langsung kasih lotion, atau lebih baik lagi kalau pelebabnya dlm bentuk krim. Jangan tunda lama2 kasih pelembabnya yah. Jadi langsung digunakan setelah anak selesai mandi. Biasanya dokter menyarankan untuk menggunakan krim steroid setelah menggunakan pelembab ditempat kulit anak yang kemerahan. Tapi jangan gunakan krim steroid tanpa pengawasan dokter ya."
Terakhir, Mona Ratuliu mengimbau agar para orangtua tidak panik dan tidak mendiagnosis sendiri kulit anak.
Sebab, kulit kemerahan pada anak belum tentu disebabkan oleh Dermatitis Atopik.
Sehingga, lebih baik konsultasikan kondisi kulit anak kepada dokter secara rutin, sekalian saat vaksin.
"Nah yang terakhir, usahakan jangan panik. Dan jangan diagnosa sendiri kulit anak. Karena kulit anak yang kemerahan belum tentu dermatitis. Jangan lupa konsultasi rutin dengan dokter anak sekalian vaksin. Kalau perlu konsultasi lebih lanjut ke dokter kulit."
Di akhir caption-nya, Mona Ratuliu pun memberikan semangat bagi para orangtua yang anaknya mengalami Dermatitis.
Orangtua harus lebih telaten dan mencari banyak-banyak informasi.
"Semangat terus ya mama papa! Memang nggak mudah punya anak yang kulitnya dermatitis. Musti telaten dan banyak cari informasi. Tapi kita pasti bisa"
(TribunPalu.com/Lita Andari/Rizki A.)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/mona-ratuliu-indra-brasco-dan-putri-pertama-mereka-davina-shava-felisa.jpg)