Kabar Artis
Mona Ratuliu Beberkan Alasan Jarang Posting Foto Mima Shafa
Mona Ratuliu blak-blakkan mengungkapkan alasan dirinya jarang memposting foto putri pertamanya di akun Instagram pribadinya.
TRIBUNAMBON.COM - Memiliki anak-anak yang selalu akur adalah idaman setiap orang tua.
Termasuk artis cantik Mona Ratuliu.
Ibu anak empat ini kerap sekali membagikan momen manis putra-putrinya.
Kendati demikian menjelaskan bahwa anak-anaknya tidak selalu akur.
Diakui Mona Ratuliu, anak-anaknya kerap bertengkar layaknya adik kakak lainnya.
Menurut Mona Ratuliu, berantem menjadi cara anak-anaknya untuk saling berkomunikasi.
Tak hanya itu, dengan berantem anak-anak juga dinilai tengah belajar dalam menghadapi suatu masalah.
Baca juga: Numa Terkena Dermatitis Atopik, Mona Ratuliu Bagikan Tips: Orangtua Tak Perlu Merasa Bersalah
Baca juga: Mona Ratuliu Berikan Pembelaan untuk Kesha Ratuliu yang Dapatkan Komentar Tak Enak dari Warganet
Hal ini diungkapkan Mona Ratuliu lewat unggahan di akun Instagram pribadinya.
Dalam foto tersebut tampak ketiga anak Mona Ratuliu, yakni Barata Rahadian Nezar, Shanala Kania Salsabila dan Numa Kamala Srikandi
Tidak terlihat putri pertama Mona Ratuliu, Davina Shava Felisa atau akrab dipanggil Mima Shafa dalam unggahan tersebut.
Mona Ratuliu lantas mengungkapkan alasan dirinya jarang memposting putri pertamanya tersebut.
Ia menjelaskan bahwa dirinya sangat sulit untuk mendapatkan foto candid putrinya tersebut.
Tak hanya itu, menurutnya baju rumah yang kerap digunakan sang putri tidak layak untuk diperlihatkan di media sosial.
Berikut unggahan lengkap Mona Ratuliu:
“Enak banget mbak, anaknya akur2 terus.”
.
Nggak kok. Berantem melulu malah tiap hari. Cuma kan nggak diposting pas lg berantem.
Ortu nggak perlu punya cita2 anaknya akur terus, karena itu cita2 yg mustahil terwujud. Jatohnya jadi halu.
.
Nggak papa kok adik kakak bolak balik berantem.
Mereka kan lg belajar berkomunikasi. Pasti lah kepeleset terus.
Lagian dgn berantem, mereka jg belajar menghadapi masalah dan belajar cari solusinya.
Jadi selow aja. Ga perlu tlalu diambil pusing.
.
“Btw, mima mana? Kok nggak pernah diposting”.
Mima susah di-candid dirumah.
Baju rumahnya nggak layak tayang hahahaaa!
Lagian nggak bisa asal posting foto anak remaja, musti ngantongin izin dulu.
Anak remaja tuh kl foto musti aesthetic gitu lho .
.
Udah ah, mau lanjut gendong. Selamat senin!" tulis Mona Ratuliu.
Mona Ratuliu Bagi Tips Menghadapi Anak yang Terkena Dermatitis Atopik
Pasangan selebritas Mona Ratuliu dan Indra Brasco dikaruniai putri keempat yang lahir pada Kamis, 21 Mei 2020 lalu.
Sehingga, saat ini Mona Ratuliu dan Indra Brasco disibukkan dengan bayi kecil mereka.
Sang anak dinamai Numa Kamala Srikandi, dan akrab dipanggil Numa.
Terutama tentang Dermtatitis Atopik (DA) yang dialami Numa, di mana kondisi kulitnya mengalami ruam kemerahan dan agak berair.
Pada Jumat (16/10/2020), Mona Ratuliu kembali memberikan update dermatitis atopik Numa lewat akun Instagram @monaratuliu.
Baca juga: Nia Ramadhani Akui Pernah Jadi Fans Berat Marshanda: Caca Dulu She Was The Only One
Baca juga: Tiga Hari Pasca-Gempa Bumi di Turki, Jumlah Korban Tewas Terus Meningkat
Baca juga: Jelang Hari Ulang Tahun Pernikahan, Nora Alexandra Ungkap Kado yang Diinginkan dari Jerinx
Di media sosial tersebut, Mona Ratuliu mengunggah foto wajah Numa yang sedang tengkurap.
Kemudian, wanita kelahiran Jakarta, 31 Januari 1982 tersebut menyebut bahwa kondisi kulit Numa sudah semakin membaik.
Meski begitu, dermatitis atopiknya terkadang masih muncul meski tidak parah seperti sebelumnya.
Dalam foto yang diunggah, tampak masih ada sedikit ruam kecil kemerahan di wajah Numa.
Lewat caption unggahannya, wanita yang dinikahi Indra Brasco pada 14 September 2002 silam itu pun membagikan beberapa tips kepada para orangtua yang memiliki bayi dengan kondisi kulit sama seperti Numa.
"Masih banyak banget yang DM tanya2 tentang dermatitis atopik. Alhamdulillah kulit Numa sudah semakin membaik. Tapi terkadang dermatitisnya masih suka muncul walau nggak separah dulu. Tuh kayak yang di foto. Aku kasih beberapa tips yah buat yang babynya kulitnya kayak Numa."
Menurut Mona Ratuliu, hal yang paling utama adalah para orangtua tidak perlu merasa bersalah karena kulit bayinya tidak halus.
Sebab, kondisi kulit DA yang dialami bayi bukanlah salah orangtua sepenuhnya.
Dermatitis Atopik timbul karena faktor bawaan atau keturunan keluarga.
Dengan begini, Mona Ratuliu mengimbau para orangtua untuk tidak mendengarkan cercaan orang lain.
Mona pun menekankan ada satu hal yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk merawat bayi dengan kondisi Dermatitis Atopik.
Yakni, dengan mencari cara yang tepat untuk merawat kulit sensitif si kecil.
"Yang paling utama, kita orang tua nggak perlu merasa bersalah karena kulit baby kita nggak mulus. Karena memang bukan salah orang tua juga sih. Dermatitis itu kan bawaan anak yang biasanya karena faktor keturunan keluarga. Jadi jangan dengerin cercaan orang yaaa.. Yang bisa kita lakukan cuma cari cara yang tepat untuk merawat kulit si kecil yang sensitif"
Baca juga: Mona Ratuliu Ceritakan Numa Sudah Bisa Tengkurap di Usia Dua Bulan: Bayi Punya Waktunya Sendiri
Baca juga: Bagikan Update Dermatitis Atopik Numa, Mona Ratuliu Ungkap Perjuangannya Hindari Pemicu Alergi
Baca juga: Si Bungsu Berusia 3 Bulan, Suami Mona Ratuliu Indra Brasco: Semoga Yanda Masih Kuat Gendong Kamu
Lalu, Mona Ratuliu menguraikan cara-cara tersebut.
Pertama, membersihkan rumah dari debu, sebab debu adalah 'musuh' utama bagi anak-anak yang kulitnya sensitif.
Mulai dari menyingkirkan barang yang bisa menyimpan debu (karpet, boneka, atau tumpukan barang).
Rajin-rajin membersihkan kipas angin, AC, kawat nyamuk, atau barang-barang apa pun yang bisa menjadi tempat debu bertumpuk.
"Yang pertama bisa dilakukan bersihkan rumah dari debu. Singkirkan barang2 yang bisa menyimpan debu kayak karpet, boneka, atau barang yang menumpuk. Rajin2 bersihin kipas angin, ac, kawat nyamuk atau apapun yang seringkali tanpa kita sadari menyimpan debu. Karena debu biasanya ‘musuh’ utama buat anak2 yang kulitnya sensitif."
Kedua, tidak boleh memandikan anak terlalu lama.
Menurut Mona, lama waktu mandi yang tepat kalau bisa kurang dari 10 menit.
Suhu air juga harus diperhatikan, tidak boleh terlalu panas.
Lebih baik, suhu airnya hangat-hangat kuku.
Kemudian, sabun yang digunakan harus mengandung pelembap.
Sabun yang mengandung pelembap akan membuat kulit bayi terasa licin dan tidak kesat sehabis mandi.
"Nah buat anak yg kulitnya sensitif, mandinya jangan lama2 yah. Kalau bisa kurang dari 10 menit. Suhu airnya jg jangan terlalu panas. Hangat kuku aja. Lebih dingin lebih baik, tapi juga jangan sampai bikin bayinya nggak nyaman. Pilih sabun dengan pelembab, tandanya biasanya habis mandi kulitnya masih licin dan nggak kesat."
Saat selesai mandi, jangan menggosok kulit bayi dengan handuk.
Cara yang tepat adalah menepuk-nepukkan handuk pada permukaan kulit yang basah.
Setelahnya, segera memberikan losion atau pelembap dalam bentuk krim.
Losion atau pelembap harus langsung digunakan setelah anak selesai mandi.
Mona pun menceritakan, biasanya dokter menyarankan penggunaan krim steroid setelah pelembap pada kulit anak yang kemerahan.
Namun, ia juga mengingatkan agar tidak menggunakan krim steroid tanpa pengawasan dokter.
"Nah selesai mandi kulitnya jangan digosok handuk, tepuk2 aja handuknya. Terus sesegera mungkin langsung kasih lotion, atau lebih baik lagi kalau pelebabnya dlm bentuk krim. Jangan tunda lama2 kasih pelembabnya yah. Jadi langsung digunakan setelah anak selesai mandi. Biasanya dokter menyarankan untuk menggunakan krim steroid setelah menggunakan pelembab ditempat kulit anak yang kemerahan. Tapi jangan gunakan krim steroid tanpa pengawasan dokter ya."
Terakhir, Mona Ratuliu mengimbau agar para orangtua tidak panik dan tidak mendiagnosis sendiri kulit anak.
Sebab, kulit kemerahan pada anak belum tentu disebabkan oleh Dermatitis Atopik.
Sehingga, lebih baik konsultasikan kondisi kulit anak kepada dokter secara rutin, sekalian saat vaksin.
"Nah yang terakhir, usahakan jangan panik. Dan jangan diagnosa sendiri kulit anak. Karena kulit anak yang kemerahan belum tentu dermatitis. Jangan lupa konsultasi rutin dengan dokter anak sekalian vaksin. Kalau perlu konsultasi lebih lanjut ke dokter kulit."
Di akhir caption-nya, Mona Ratuliu pun memberikan semangat bagi para orangtua yang anaknya mengalami Dermatitis.
Orangtua harus lebih telaten dan mencari banyak-banyak informasi.
"Semangat terus ya mama papa! Memang nggak mudah punya anak yang kulitnya dermatitis. Musti telaten dan banyak cari informasi. Tapi kita pasti bisa"
(TribunPalu.com/Lita Andari/Rizki A.)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/mona-ratuliu-indra-brasco-dan-putri-pertama-mereka-davina-shava-felisa.jpg)