Breaking News:

Virus Corona di Maluku

300 Lebih Terpapar Covid-19, Swab Massal di Pemprov Maluku Selamatkan Ribuan Pegawai

Dari 2.500 yang mengikuti tes swab massal, sebanyak 300 lebih ASN dan pegawai honorer Pemerintah Provinsi Maluku terpapar virus Covid-19.

(Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Insany)
Kasrul Selang, Ketua Satgas Penganan Covid-19 Maluku. 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Insany

TRIBUNAMBON.COM - Dari 2.500 yang mengikuti tes swab massal, sebanyak 300 lebih aparatur sipil negara (ASN)  dan pegawai honorer Pemerintah Provinsi Maluku dipastikan terpapar virus Covid-19. 

Tes swab massal ini berhasil mencegah penyebaran Covid-19 meluas di perkantoran.

‘’Bayangkan jika kita tidak melakukan tes swab, ribuan pegawai akan saling menularkan, tes swab ini menyelamatkan ribuan pegawai lainnya,’’ ungkap Kasrul Selang Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku kepada Tribunambon.com, Rabu (14/10/2020). 

Hanya dengan kesadaran setiap pegawai mengikuti tes swab massal ini, dapat membantu penyebaran virus yang meluas lingkup pemerintahan. 

‘’Mereka yang bersedia tes sangat membantu mencegah penyebaran, jika tidak diswab, kita tidak tahu yang mana yang positif mana yang tidak, akibat interaksi yang cukup tinggi, penyebaran juga sangat cepat,’’ jelas Kasrul. 

Menurut Kasrul, swab sudah memasuki tahap akhir, sehingga saat ini sudah dilakukan tiga kali tes swab, yakni pada 12  Agustus, 28 Agustus dan 17 September, hasilnya sudah dipastikan 300 lebih pegawai positif. 

Dari tiga kali swab ini menunjukkan hasilnya sekitar 13 persen dari 2500 pegawai positif Covid-19. 

"Potensi penularan kita sekitar 1 sampai 2,5 jadi dengan jumlah positif yang cukup besar, kita  berhasil selamatkan ribuan orang dan memutus mata rantai penyebaran virus," cetusnya.

Hingga kini data terbaru Satgas Penanganan Covid-19 Maluku menyebutkan penambahan kasus baru  terdata 6 orang, berhasil sembuh 2268, masih dalam perawatan 1144 dan yang meninggal dunia sejauh ini 42 orang.

Keseluruhan kasus mencapai 3454. 

Kasrul menyebutkan meski terdapat 300 pegawai baik ASN maupun honorer yang terpapar, namun aktifitas kantor maupun work from home tetap dilakukan.

Pasien orang tanpa gejala (OTG) langsung karantina mandiri di rumah, sedang yang memiliki gejala di rawat  sejumlah lokasi yang  sudah ditetapkan.

(*)

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved