Breaking News:

Sirimau, Kecamatan Terparah Banjir dan Longsor di Ambon

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy menyebutkan Kecamatan Sirimau adalah wilayah yang paling berat mengalami bencana banjir dan longsor

Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng
Ambon Dilanda Banjir, PLN Padamkan Listrik di Beberapa Titik 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, insany

TRIBUNAMBON.COM - Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy menyebutkan Kecamatan Sirimau adalah wilayah yang paling berat mengalami bencana banjir dan longsor.

Dari 14 desa dan kelurahan, hanya satu kelurahan yakni Pandan Kasturi yang tidak mengalami banjir dan longsor.

Lalu 13 desa dan kelurahan lain lainnya mengalami banjir.

Banjir dan Longsor di Ambon, 28 Rumah Rusak, 120 Lainnya Terancam

"Memang yang paling parah ini Sirimau, semua kawasan terendam banjir,"jelas Louhenapessy kepada Wartawan, di Senin (5/10/2020).

Menurut Louhenapessy, dari dampak yang dihadapi desa dan kelurahan, Pemkot telah mengambil langkah-langkah sesuai tanggap darurat bencana.," jelasnya.

"Tapi juga kita sudah adakan rapat koordinasi antar dinas untuk menangani masalah ini baik jangka pendek, maupun menengah,” imbuhnya.

Selain Sirimau, Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel) dari 8 desa/negeri, 2 desa yaitu Hutumuri dan Rutong juga mengalami banjir.

Sedangkan Kecamatan Nusaniwe, dari 13 desa kelurahan, yang tidak terdampak ada tiga desa dan kelurahan yaitu Negeri Nusaniwe, Latuhalat dan Wainitu.

"Kecamatan Baguala, Negeri Lama dan Nania aman, tapi sisanya tergenang," ujar Louhenapessy.

Kota Ambon ini menurut wali kota juga merupakan ibu kota provinsi, jadi beban penanggulangannya harus dilakukan bersama pemerintah provinsi.

"Kita akan rakor dengan instansi terkait untuk penanggulan bencana ini, BPBD Maluku, Dinas PUPR, Balai Sungai, Balai Jalan dan jembatan juga alan kita koordinasikan," terangnya.

Kota Ambon Masih Berpotensi Hujan Lebat Akibat La Nina, BMKG : Waspada Banjir

"Supaya bisa kita atur porsi tanggungjawab masing-masing,"sebut wali kota.

"Saat ini sistem penganggaran kita sangat ketat sehingga jika tidak ada disistem, otomatis sudah tidak mungkin lagi diakomodir dalam anggaran 2021."

"Saya sudah tugaskan Bappeda dan Keuangan untuk konsultasikan ke Kementerian Dalam Negeri bagaimana pengalokasian dana bencana banjir dan longsor ini,"ungkap dirinya. (*)

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved