Breaking News:

Banjir dan Longsor di Ambon, 28 Rumah Rusak, 120 Lainnya Terancam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon hingga kini masih terus melakukan pendataan pasca banjir dan longsor yang melanda Kota Ambon

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
(Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Insany)
rumah warga korban longsor belum menerima bantuan apapun, terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya. Foto : insany 

Laporan wartawan Tribunambon.com, Insany 

TRIBUNAMBON.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon hingga kini masih terus melakukan pendataan pasca banjir dan longsor yang melanda Kota Ambon Sabtu malam, akhir pekan lalu. 

Namun BPBD telah mencatat  sebanyak 28 rumah rusak dan 120 rumah lainnya terancam. Setidaknya dari enam kecamatan di Kota Ambon, kondisi terparah berada di Kecamatan Sirimau. 

Menurut Eva Tuhumury, Sekretaris BPBD Kota Ambon, kepada wartawan Senin (05/10/2020) data yang dihimpun ini merupakan data kerusakan  dari laporan kepala desa atau raja negeri dan camat hingga dinas terkait. 

“Dari Dinas  PUPR maupun kepala desa atau bapa raja, saat ini ada 120 rumah terancam, 28 rumah rusak tapi belum bisa diidentifikasi mana yang kategori berat, sedang dan ringan, ‘’ ungkap Eva. 

Hingga saat ini menurut Eva, masih terus diinventarisir data dari  raja atau  kades melalui camat akan dibentuk tim verifikasi lapangan.

Data ini juga menyebutkan fasilitas umum sebanyak 34 infrastruktur fasilitas umum seperti jalan, jembatan hingga talud di sejumlah titik di Kota Ambon mengalami kerusakan. 

Minggu pagi sejumlah fasilitas umum seperti ruas jalan dan jembatan diperbaiki dan dibersihkan anggota  Kodim 1504 Ambon dan masyarakat. 

Lokasi terparah berada di Kecamatan Sirimau, Kecamatan Nusaniwe, Teluk Ambon dan Kecamatan Baguala dari enam kecamatan di Kota Ambon. 

Hingga Senin,  dari pantauan Tribunambon.com, warga yang mengalami kerusakan rumah dan rawan ambruk terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya yang tidak terdampak banjir seperti di kawasan Tanah Rata dan Galunggung. 

Mereka mengaku belum menerima bantuan apapun dari pemerintah Kota Ambon. 

(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved