Breaking News:

Pasien Positif Corona di Malang Sempat Berusaha Kabur setelah Melahirkan, Begini Kabar Bayinya

Seorang wanita yang positif Covid-19 kabur dari rumah sakit setelah melahirkan, videonya pun sempat viral. Kini, salah satu bayi kembarnya meninggal.

Flickr/Jenny Stone
ilustrasi bayi 

Akan tetapi, para sopir ojek tidak ada yang mau mengantar pasien tersebut.

Mereka malah lari ketakutan, karena melihat pasien tersebut dikejar oleh para tenaga kesehatan.

"Seorang pasien Covid-19 kabur. Mau pulang naik ojek, tapi sopir ojeknya kabur semua," ucap seseorang yang merekam video tersebut.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Humas RSSA Malang, Donny Iryan belum menyampaikan kebenaran dari video yang telah beredar luas tersebut.

Dia hanya menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya masih melakukan rapat untuk membahas kejadian yang ada di video tersebut.

"Hari ini masih dibahas, nanti saya jawab lagi setelah rapat manajemen," tandasnya.

Pasien Covid-19 mencoba kabur dari Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar Kota Malang.
Pasien Covid-19 mencoba kabur dari Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar Kota Malang. (KOMPAS.com/ANDI HARTIK)

Kronologi

Sementara itu Direktur Utama RSSA Malang, dr Kohar Hari Santoso, Rabu (15/7/2020) saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa ini.

Dokter Kohar menyampaikan, pasien Covid-19 kabur dari RSSA Malang tersebut merupakan seorang perempuan yang terkonfirmasi positif virus Corona.

Perempuan tersebut sebelumnya menjalani persalinan secara caesar pada 12 Juli 2020 lalu.

Setelah itu, dia diminta untuk melakukan isolasi mandiri pasca menjalani persalinan tersebut.

"Sebenarnya pasien sudah ditempatkan di Ruang Isolasi RSSA (ex Pavilyun/VIP) yang tipe kamar dengan standar VIP. Dengan fasilitas yang ada, pasien merasa hal ini di luar kemampuannya jika nantinya akan ada tagihan atau billing dari RSSA," ucapnya.

dr Kohar menjelaskan, insiden pasien Covid-19 kabur dari RSSA Malang itu terjadi pada Selasa (14/7/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

Pasien Covid-19 itu sebelumnya telah dinyatakan agar menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan seusai menjalani persalinan.

Setelah mendapat keputusan dokter bahwa pasien tersebut boleh pulang, pasien tidak sabar dan berusaha untuk ke luar dari ruang isolasi.

Hingga akhirnya, pasien tersebut ke luar ruangan dengan memanfaatkan kesempatan ketika tidak ada pengawasan dari perawat.

Namun usaha pasien untuk ke luar dari ruang isolasi itu terdeteksi oleh petugas melalui kamera CCTV.

Karena pada saat itu petugas tidak memakai APD lengkap, sehingga petugas keamanan hanya bisa memperingatkan dengan peringatan verbal dengan terus mengikuti pasien.

Setelah itu, petugas medis dengan memakai APD lengkap berusaha untuk membujuk pasien agar kembali ke ruang isolasi.

Saat itu pasien telah ke luar dari area rumah sakit dan mendekati para sopir ojek online yang pada saat itu sedang mangkal.

Setelah dibujuk oleh petugas, pasien yang berusaha kabur tersebut kemudian mau untuk kembali ke ruang isolasi.

Saat ini, pasien Covid-19 tersebut telah melaksanakan isolasi mandiri dari Dinas Kesehatan setempat.

"Setelah pasien kami bujuk dan dievakuasi ke ruang isolasi RSSA. Dan proses evakuasi itu membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit," ucapnya.

dr Kohar menambahkan, pihaknya kini sedang terus melakukan penyesuaian baik dari segi pelayanan dan keamanan di ruang isolasi tersebut.

Untuk itu, pihaknya akan mengetatkan lagi pengawasan ke luar masuk pasien agar kejadian kaburnya pasien Covid-19 tidak terulang lagi.

"Termasuk dalam hal komunikasi kepada pasien dan keluarga pasien yang berada di ruang isolasi akan kami tingkatkan, sehingga baik pasien dan keluarga memahami betul hak dan kewajiban pasien saat menjalani isolasi mandiri terkait Covid-19," tandasnya. (Rifky Edgar)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Satu Bayi Kembar Pasien Covid-19 yang Berusaha Kabur dari RSSA Malang Meninggal Dunia

Editor: sinatrya tyas puspita
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved