Breaking News:

Kosmetik Ilegal Jadi Ancaman, Bea Cukai Maluku Lakukan Pengenalan

Peredaran kosmetik ilegal masih menjadi ancaman ditengah maraknya perdagangan kosmetik impor di Indonesia, tidak terkecuali di Maluku.

Kontributor TribunAmbon.com, Fandy
Webbinar Pengenalan Kosmetik Impor Legal 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandi

TRIBUNAMBON.COM - Peredaran kosmetik ilegal masih menjadi ancaman ditengah maraknya perdagangan kosmetik impor di Indonesia, tidak terkecuali di Maluku.

Bea Cukai Maluku pun menggelar webbinar untuk mengenalkan produk kosmetik impor legal.

Webbinar yang digelar secara terbuka itu menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya Kepala Balai POM Ambon, Dra Hariani, Apt serta Kepala Seksi Impor IV Direktorat Teknis Kepabeanan Johan Pandores serta Puteri Indonesia Maluku 2020.

Kepala Balai POM Ambon, Hariani, menyatakan kosmetik impor legal mudah dikenali, karena memiliki Nomor Izin Edar BPOM serta terdapat bahasa Indonesia pada Informasi label.

Kosmetik impor legal juga bisa didapatkan melalui jual beli online resmi seperti market place maupun situs web penjualan resmi dari ritel kosmetik tersebut.

Sementara itu, menurut Kepala Seksi Impor IV Direktorat Teknis Kepabeanan Johan Pandores, Impor kosmetik sedang marak dilakukan oleh perorangan karena banyak masyarakat kita yang membeli kosmetik atau skin care dari market place maupun dari luar negeri.

Untuk itu dibuatlah aturan untuk barang kiriman atau barang dari luar negeri bahwa untuk Impor yang kurang dari atau sampai dengan 3 USD tidak dikenakan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (BM dan PDRI).

"Kemudian jika barang tersebut ada di kisaran antara 3 USD sampai dengan 1500 USD maka akan dikenakan PPN 10%, BM 7,5%, sedangkan jika barang melebihi 1500 USD maka akan dikenakan dengan ketentuan sebagai Impor serta harus melampirkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) / PIBK Khusus", jelas Johan Pandores.

Para peserta yang mengikuti webinar ini pun sangat antusias. Berbagai pertanyaan pun dilontarkan para peserta dalam sesi tanya jawab.

Pandores pun berharap, kegiatan tersebut dapat membuka pemahaman akan produk kosmetik impor serta berbagai ketentuan yang berlaku.

"Dengan begitu, tidak merugikan kesehatan dan membahayakan dalam penggunaannya," tandasnya.

(*)

 
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved