Dua Mayat Ditemukan di Kapal Ikan Thailand saat Berlabuh di Pelabuhan Maprodin Ambon
Dua warga Kota Ambon ditemukan tewas di kapal ikan milik perusahaan Thailand yang tengah berlabuh di Pelabuhan Maprodin, Kecamatan Nusaniwe, Ambon
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandi
TRIBUNAMBON.COM - Dua warga Kota Ambon ditemukan tewas di atas kapal ikan milik perusahaan Thailand yang tengah berlabuh di Pelabuhan Maprodin, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, pada Selasa (23/6/2020) pagi.
Kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian keuda korban.
"Betul, ada penemuan dua jenazah sekitar pukul 10.30 WIT bertempat di Kapal Ikan Thailand yg berlabuh di Pelabuhan Maprodin Kec. Nusaniwe," ungkap Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda M. Titan.
• Diberitakan Dalang Aksi Demo, Wagub Maluku Barnabas Orno Polisikan Sebuah Media Online
• Hari Kedua PSBB Ambon, Pemkot Klaim Kesadaran Masyarakar Capai 95 Persen
Adapun identitas kedua jenazah yakni, Hiskia Walaun (40) beralamat di kawasan Batu Gantung, kecamatan Nusaniwe dan Jitro Samen (40) tinggal di kawasan Benteng.
"Kedua jenazah telah dievakuasi dari TKP dan diantar ke RSB utk menjalani visum medis," katanya.
Kronologi Penemuan
Dari keterangan saksi, Salim Bilahmar, kedua korban ditemukan saat dirinya hendak memeriksa kapal untuk memastikan ada tidaknya aktivitas kerja di kapal tersebut.
Saat ditemukan, kedua korban dalam kondisi terkelungkup kaku di palka kapal, bagian atas dan dalam palka.
Lantas, saksi langsung melaporkan temuan itu ke petugas keamanan pelabuhan.
Menurutnya, kedua korban adalah pekerja dikapal tersebut.
Mereka berdua setiap hari datang ke kapal pada siang dan malam hari.
• UPDATE Corona Ambon: Pasien Positif 439 Orang per 23 Juni 2020, 120 Sembuh, 10 Meninggal
Sementara saksi sendiri bekerja tidak jauh dari lokasi temuan mayat.
Tak berselang lama setelah temuan, aparat Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease langsung mengamankan lokasi kejadian.
Keduanya juga dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku.
"Untuk sementara penyebab kematian belum dapat dipastikan, kami masih melakukan penyelidikan," tutup Titan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/jenazah-dibawa-ke-rumah-sakit-bhayangkara-polda-maluku-setelah-dievakuasi.jpg)