Virus Corona

Wabah Corona Kembali Merebak di Pasar Pertanian di Beijing China, Tak Ada yang Menujukkan Gejala

Sebuah distrik di Beijing menempatkan dirinya dalam mode "darurat masa perang" setelah ditemukan puluhan orang yang positif corona di wilayah tersebut

Editor: Fitriana Andriyani
freepik
ilustrasi 

Menurut situs web Xinfadi, lebih dari 1.500 ton makanan laut, 18.000 ton sayuran dan 20.000 ton buah diperdagangkan di pasar setiap hari.

Seorang juru bicara kota Beijing mengatakan, enam pasien corona yang dikonfirmasi di Beijing pada Jumat (12/6) telah mengunjungi pasar Xinfadi. Beijing akan menangguhkan acara olahraga dan wisatawan dari bagian lain China, efektif segera.

Kuil Yonghe dan Teater Nasional Beijing juga mengumumkan akan ditutup sejak Sabtu, dan pemerintah kota mengatakan telah membatalkan rencana untuk membuka kembali sekolah pada hari Senin untuk siswa kelas satu sampai tiga karena kasus-kasus baru.

Satu orang di pasar pertanian di distrik Haidian barat laut kota juga dinyatakan positif terkena virus korona, kata Chu.

Kekhawatiran itu juga menyebar ke kota-kota lain, dengan pasar grosir pertanian utama di Chengdu, ibukota provinsi Sichuan barat daya menyatakan akan mengeluarkan produk salmon dari rak-raknya mulai Sabtu.

Di Nanjing, ibukota provinsi timur Jiangsu, asosiasi restoran lokal mengatakan akan menghentikan penyajian makanan yang mengandung makanan laut mentah atau produk hewani.

Artikel ini telah tayang di Kontan.id dengan judul Wabah corona menghantui China lagi, distrik di Beijing terapkan masa darurat.

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved