Jumat, 5 Juni 2026

Virus Corona

Desakan Mahasiswa Maluku Agar Pemda Buka Akses Mudik, Baru Satu Kabupaten yang Mengaku Siap

Dia mengaku, Pemda bukannya tidak punya keinginan untuk membuka akses untuk para pemudik, hanya saja banyak hal yang menjadi pertimbangan.

Tayang:
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Kontributor TribunAmbon.com, Insany
Antisipasi Penyebaran Virus Corona, DPRD dan Pemprov Maluku Sepakat 16 Hari Tutup Pelabuhan Laut 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

TRIBUNAMBON.COM - Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Maluku, Kasrul Selang mengaku telah berkoordinasi dengan para bupati se-Maluku.

Hal itu untuk menindaklanjuti aksi mahasiswa mendesak Pemda membuka akses pulang kamoung di tengah pembatasan akibat pandemi covid-19

"Beberapa Bupati meminta diberikan waktu untuk mempertimbangkan kesiapan di daerah pimpinan masing-masing," terang Kasrul dalam konfrensi pers di Kantor Gubernur Provinsi Maluku, Kamis (14/5/2020).

Di Tengah Pandemi Covid-19, Pemkot Ambon Buka Pelayanan Berkas Administrasi Kependudukan Lewat WA

Dia mengaku, Pemda bukannya tidak punya keinginan untuk membuka akses untuk para pemudik, hanya saja banyak hal yang menjadi pertimbangan.

Pertama,Kota Ambon sebagai zona merah tentu akan sangat beresiko jika meloloskan warga yang hendak mudik.

Kedua, alat kesehatan di berbagai daerah di Maluku masih minim dan tidak memadai.

Ketiga, masalah transportasi yang saat ini masih dihentikan operasionalnya.

Selain itu, desa-desa di berbagai Kabupaten juga telah meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya penyebaran virus corona di kawasan mereka.

Bahkan menolak untuk menerima mereka yang datang dari daerah terpapar.

ASN Pemkot Ambon Dilarang Mudik, Upaya Pencegahan Penularan Virus Corona

"Untuk memulangkan 100-200 orang, Pemerintah di Kabupaten tentu butuh persiapan," tambah Kasrul.

Di antara pimpinan Kabupaten se-Maluku itu, salah satu yang mengaku siap adalah Kabupaten Seram Bagian Timur.

Namun, dengan syarat mematuhi protokol yang telah ditetapkan, seperti harus dikarantina di kota kabupaten.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejumlah mahasiswa berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Provinsi Maluku pada Selasa 12 Mei lalu.

Mahasiswa unjuk rasa di Kantor Gubernur Maluku menuntut agar dibuka akses mudik kampung halaman, Selasa (12/5/2020) siang
Mahasiswa unjuk rasa di Kantor Gubernur Maluku menuntut agar dibuka akses mudik kampung halaman, Selasa (12/5/2020) siang (Kontributor TribunAmbon.com/Fandy)

Mereka mendesak Pemda agar membuka akses bagi mereka yang hendak mudik dan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441.

DATA TERBARU Kasus Virus Corona di Maluku 14 Mei 2020, Total Positif 62 Orang

Jika akses ini dibuka, kata Kasrul, akan ada banyak pemudik yang mengambil kesempatan ini untuk pulang kampung sehingga upaya untuk menekan laju penyebaran covid-19 ini akan semakin sulit. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved