Breaking News:

Virus Corona

Ahli di AS Sebut Corona Tahan 3 Hari di Plastik, 4 Jam di Tembaga, 24 Jam di Kardus, di Udara?

Sebuah penelitian yang didanai Amerika Serikat (AS) menyebut soal penyebaran virus corona.

freepik
Ilustrasi peta corona 

Dibandingkan dengan SARS
Sebuah makalah di China yang diunggah pekan lalu dan sedang menunggu tinjauan ulang menemukan bentuk aerosol dari virus corona di kamar mandi pasien rumah sakit Wuhan, karena virus itu tercecer dalam tinja.

Bentuk aerosol dari SARS menjadi dasar yang menginfeksi ratusan orang di sebuah kompleks apartemen di Hong Kong pada 2003.

Ketika, saluran pembuangan bocor ke kipas langit-langit yang menciptakan bulu yang sarat virus.

Tim dibalik studi NEJM melakukan tes serupa pada virus SARS dan menemukan perilaku kedua virus serupa.

Namun, kelayakan serupa mereka gagal menjelaskan kenapa pandemi virus corona telah menginfeksi hampir 200 ribu orang dan menyebabkan hampir 8000 kematian.

"Ini menunjukkan adanya perbedaan dalam karakteristik epidemologi virus yang mungkin timbul dari faktor lain.

Termasuk pasokan virus yang tinggi di saluran pernapasan atas dan potensi orang terinfeksi virus corona untuk melepaskan dan menularkan virus sementara tanpa gejala terlebih dahulu," ungkap peneliti.

Temuan ini menegaskan panduan para profesional tentang kesehatan masyarakat yang meminta jarak sosial (social distancing).

Mengindari menyentuh wajah, tidak lupa menutup mulut saat batuk dan bersin. Juga sering melakukan desinfektasi ke permukaan benda menggunakan semprotan pembersih atau tisu.

(Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved