Viral

Viral Seorang Mahasiswa Meninggal Dunia Jelang Wisuda, Sempat Berjuang Melawan Kista

Namun berbeda dengan wisuda Untan periode II yang diliputi berita duka dari wisudawati Universitas Tanjungpura yakni Marsellina Julita

Tribun Pontianak
Mahasiswi di Pontianak meninggal jelang wisuda 

Saat setelah seminar dilakukan penyusunan skripsi yang anaknya kerjakan di RSUD Soedarso karena ingin mengejar wisuda karena ingin wisuda di tahun 2019 namun tidak terkejar karena memang masih di rumah sakit dan ada beberapa urusan kampus yang belum terselesaikan.

Ia terkena kista ganas yang memang menyerang anak gadis.

Pada saat itu masih kecil sampai menggunakan obat herbal belasan juta malah membuat semakin besar.

Akhirnya kembali lagi ke dokter di RSUD Soedarso.

“Pada 14 Oktober dia kembali di operasi lagi. Pada saat itu skripsinya sudah rapi tapi dirinya bisa ikut wisuda di Januari karena memang di tahun 2019 terkendala artikelnya belum selesai."

"Dengan begitu dia menunggu wisuda di Januari,” ujarnya.

Jadi selama menunggu waktu wisuda dia merasa demam lagi padahal sebelumnya sudah sehat dan semua urusan skripsi sudah selesai tinggal waktu wisuda saja.

Saat sakit lagi ditanyakan ke pihak RSUD Soedarso ternyata obatnya sudah habis.

Padahal sebelumnya sudah diberitahu bisa kemo di RSUD Soedarso, tapi setelah menunggu ternyata tidak ada obat dan diberi surat rujukan ke Jakarta karena ada merasa sakit lagi .

“Operasi sebelumnya 4 jam dilakukan karena dilakukan operasi besar dan sudah terlewati dan berhasil."

"Tapi penyakitnya kambuh akhirnya di kemo di Jakarta dan ditemani neneknya."

"Namun ketika Datang kesana tidak dilayani sesuai dengan surat rujukan dan harus periksa dari awal lagi,” ujarnya.

Pada 22 Desember baru bisa masuk rawat inap di RS Cipto Mangunkusomo Jakarta dan baru bisa ditangani.

Saat itu Hemoglobin Lita sudah menurun melihat seperti itu ternyata tumor sudah tumbuh lagi.

Saat itu dokter menolak untuk operasi karena baru operasi dan dilakukan kemo .

Dengan kondisi Hb membaik namun fisik menurun.

Pada 25 Desember 2019 Lita masih video call dengan ibunda dan ada beberapa hal yang Lita sampaikan.

“Mama saya mohon maaf saya tidak bisa memenuhi harapan mama. Saya tidak bisa ikut wisuda."

"Saya capek dan sakit infus sudah di pasang dimana-mana,” ujar Eny menirukan perkataan Almarhumah Lita

Dia meminta ibundanya untuk menjemputnya.

Namun Eny belum bisa ke Jakarta karena ada tugas di hari yang sama karena itu tugas dari provinsi sebagai bawahan dirinya tentu harus mengikuti apa yang telah menjadi tugasnya.

Eny hanya bisa memberikan semangat dari jauh.

Pada 26 Desember 2019 ia kembali menelpon anaknya sedsng terbaring sakit di Jakarta.

Saat itu Lita katakan ingin melihat wajah sang ibunda.

“Dia bertanya kapan saya ke Jakarta dan selalu minta jemput karena memang tidak kuat dengan obat disitu. Ada satu obat menolak."

"27 Desember Lita sudah mulai berbeda. Saya pun sampai di Jakarta 28 Desember."

"Di perjalanan saya berdoa diatas pesawat karena melihat cuaca buruk dan hp saya matikan,” jelasnya.

Bahkan saat natal terakhir harus dilewati Lita di Rumah Sakit bersama nenek tercinta.

Namun Lita masih sempat beribadah di Katedral dengan di dorong neneknya menggunakan kursi roda.

“Sebelum meninggal dia mengatakan kepada neneknya iklaskan saya dan meminta maaf karena masih sering mengganggu neneknya yang sedang tidur."

"Lita mengatakan dia ingin pergi jalan. Nenek tidak mampu menjawab. Dia mengatakan matanya semakin kabur ,” ujarnya.

Akhirnya dipanggil dokter dan untuk memacu jantungnya tapi Lita tak tertolong dan menghela nafas panjang tanpa rasa gelisah.

Akhirnya dia meninggal dipangkuan neneknya pada pukul 14.00 siang dan ibunya sampai malam hari setelah dibawa ke ruang jenazah.

Lita kembali di bawa pulang pagi hari pada 29 Desember ke Pontianak dan di makamkan pada 30 Desember 219 di Pemakaman Kecamatan Ambawang.

Eny mengatakan pesan terakhir Lita adalah meminta dirinya untuk mengambilkan ijazahnya.

Lita dikenal dengan sosok yang memang tekun dalam belajar, kalau mengerjakan sesuatu harus selesai.

Selain itu dia Aktif di kegiatan rohani dan sempat menjadi utusan dari Pontianak untuk ikut ke Manado.

Di kampus juga aktif diberbagai kegiatan.

“Pada hari pemakaman banyak yang hadir mengantarkan ke pemakannya. Sebenarnya dia mengatakan ingin lanjut S2 dan ingin cari beasiswa."

"Padahal dalam proses menjalani kemo fisik selama dari 12 Desember berangkat ke Jakarta Lita masih dalam kondisi baik,” ujarnya.

Ia juga mengcapkan terima kasih kepada pihak keluarga besar kampus Untan yang telah menghantarkan anaknya menyelesaikan program sarjana.

Ia juga memohon maaf apabila semasa putrnya masih hidup ada kesalahan untuk tolong dimaafkan dan diiklaskan.

Tonton video.

(TribunPontianak/Anggita Putri)TRIBUNNEWSWIKI.COM/ Abdurrahman Al Farid)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul Mahasiswi Meninggal Jelang Wisuda, Sang Ibu Ambil Ijazah Berurai Air Mata hingga Rektor Cium Tangan

Editor: sinatrya tyas puspita
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved