Tubuh Penuh Luka Lebam dan Demam Tinggi, Bocah 4 Tahun Mengigau 'Ampun Budhe' Berulang Kali

Bocah 4 tahun dirawat di rumah sakit akibat keracunan, tubuh penuh luka lebam tapi dokter tak temukan tanda keracunan, sering mengigau 'Ampun Budhe'.

Tubuh Penuh Luka Lebam dan Demam Tinggi, Bocah 4 Tahun Mengigau 'Ampun Budhe' Berulang Kali
Kolase Foto Polrestabes Surabaya dan Pixabay
Bocah 4 tahun dirawat di rumah sakit akibat keracunan, tubuh penuh luka lebam tapi dokter tak temukan tanda keracunan, sering mengigau 'Ampun Budhe'. 

TRIBUNAMBON.COM - Fakta baru terungkap dari kasus dugaan penganiayaan yang dialami JA, bocah 4 tahun  yang dirawat di IRS RSUD dr Soetomo, Surabaya

JA menderita luka lebam di sejumlah tubuhnya hingga membuatnya harus dirawat intensif. 

Selama dirawat, bocah 4 tahun ini terus mengigau meminta ampun kepada orang yang dipanggilnya Budhe. 

"Korban ini sempat mengigau "Ampun Budhe" beberapa kali.

Nilai 7 Milenial Stafsus Presiden Tak Ada yang Istimewa, Fadli Zon: Saya 26 Tahun Jadi Anggota MPR

Siswi SMP Disetubuhi Pacar dan Dijual ke Lelaki Hidung Belang, Sudah 10 Kali Transaksi

Menurut dokter demam juga tinggi," terang Kanit Reskrim Polsek Gubeng Surabaya, AKP Oloan Manulang, Sabtu (30/11/2019).

Korban JA saat dalam perawatan di IRD Dr Soetomo Surabaya (kiri) dan ilustrasi dokter (kanan)
Korban JA saat dalam perawatan di IRD Dr Soetomo Surabaya (kiri) dan ilustrasi dokter (kanan) (Foto Polrestabes Surabaya dan Pixabay)

JA dibawa orang tuanya ke IRS RSUD Dr. Soetomo Surabaya,Jumat (29/11/2019) malam.

Awalnya, JA dibawa ke rumah sakit karena keracunan obat.

Hal itu disampaikan orang tua JA kepada dokter yang memeriksanya.

"Faktanya, kata dokter tidak ada keracunan obat.

Yang ada malah justru luka lebam di beberapa bagian tubuh, seperti mata, kemaluan, punggung, tangannya," terang AKP Oloan Manulang.

(surya/firman rachmanudin)
Halaman
123
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved