Tantang Presiden & Menteri Tempatkan Ahok di BUMN 'Neraka', Eks Oposisi Jokowi Akui BTP Diperlukan

Tantang Presiden & Menteri Tempatkan Ahok di BUMN 'Neraka', Eks Oposisi Jokowi Akui BTP Diperlukan

Tantang Presiden & Menteri Tempatkan Ahok di BUMN 'Neraka', Eks Oposisi Jokowi Akui BTP Diperlukan
Instagram
Jokowi dan Ahok 

TRIBUNAMBON.COM - Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyarankan agar mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ditempatkan di BUMN yang dianggap paling korup. 

Keberadaan Ahok di BUMN yang paling Korup, kata Fahri, akan menjadi pembuktian apakah Ahok berani membuka praktik korupsi di BUMN. 

Hal itu disampaikan Fahri saat diwawancarai jurnalis Aiman Witjaksono dalam program Aiman KompasTV, Senin (19/11/2019) malam. 

Polemik Kasus Sukmawati, Bisa Seperti Ahok, Tanggapan PBNU, Polisi, Sampai Ustaz Abdul Somad

Fahri Hamzah dalam program Aiman Kompas TV, Senin (18/11/2019).
Fahri Hamzah dalam program Aiman Kompas TV, Senin (18/11/2019). (Tangkap Layar KompasTV)

Di awal keterangannya, Fahri mendukung Ahok masuk ke BUMN. 

Dengan catatan, masuknya Ahok ke BUMN sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

"Kalau itu dia (pemerintah,-Red) bikin clear, belalah sudara Basuki dengan terbuka. Saya akan bela jika itu tidak ada kesalahan. Harus fair dong. Semua orang di Republik ini berhak mendapatkan hak-haknya. Gak boleh orang selama-lamanya kita siksa," kata Fahri sebagaimana dikutip Tribunnews.com dari tayangan Aiman Kompas TV, Senin (18/11/2019) malam.

Isu Ahok Masuk BUMN: Novel Bamukmin Sebut Rakyat Menolak, Wakil Warga DKI Jakarta Berlawanan

 

Menurut Fahri, Presiden dan Menteri BUMN harus berani membela Ahok sepanjang pengangkatannya sesuai dengan peraturan.

Presiden harus siap dengan resiko politik yang bakal diterima.

"Resiko politiknya akan diterima oleh Presiden, resiko politiknya akan diterima oleh menteri BUMN. Tidak populer. Dikritik orang. Itu memang resiko hari hari politisi," ujar Fahri.

Fahri mengakui BUMN membutuhkan sosok Ahok.

Halaman
1234
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved