Breaking News:

Diminta Bayar saat Berobat di Rumah Sakit Darurat, Pengungsi Gempa: Mereka Ingin Kami Mati Perlahan

Pengungsi korban gempa Ambon diminta bayar saat berobat di rumah sakit darurat: pihak rumah sakit ingin kami mati perlahan-lahan.

Editor: Fitriana Andriyani
Arjun Riady Latuconsina
Pengungsi korban gempa Ambon diminta bayar saat berobat di rumah sakit darurat: pihak rumah sakit ingin kami mati perlahan-lahan. 

“Kalau seperti begini itu artinya pihak rumah sakit ingin kami pengungsi di sini mati perlahan-lahan,” ujar dia.

Pengungsi lain, Alim meminta pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Pemprov Maluku agar segera menyelesaikan masalah tersebut, karena hal itu hanya akan menyengsarakan warga khususnya para pengungsi.

“Bukannya rumah sakit darurat ini dibangun untuk kita para pengungsi? Lalu bagaimana mungkin kita yang sedang kesusahan harus diperlakukan seperti ini, kalau seperti begini sebaiknya tidak perlu ada rumah sakit di sini,” ungkap dia.

Terkait masalah tersebut, Kompas.com mencoba meminta konfirmasi ke Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua. Namun, hingga berita ini ditayangkan belum merespons.

Gempa Susulan Ambon Terus Terjadi, Sekolah Diliburkan 9 Hari Ke Depan & 2 Ribu Rumah Rusak

Sebelumnya Kepala Bidang Pelayanan dan Perawatan di Rumah Sakit Darurat dr Ishak Umarela, Hasnawati Rasyid mengatakan, rumah sakit tersebut resmi menghentikan pelayanan kesehatan gratis kepada para pengungsi sejak 9 September.

Pihaknya memberlakukan tarif biaya rumah sakit bagi warga yang berobat setelah BPJS atas desakan dari pihak BPJS.

“Kami  dituntut untuk  bayar BPJS, katanya tanggap darurat sudah selesai sehingga kita juga kesulitan mau gratiskan untuk masyarakat juga salah,” ujar dia. 

Tertimpa Reruntuhan, Pelajar Tewas Akibat Gempa Ambon

Sejak rumah sakit darurat dr Ishak Umarela dibangun di lokasi pengungsian Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, ribuan pengungsi yang sakit dirawat di rumah sakit tersebut.

Kepala Bidang Pelayanan dan Perawatan di Rumah Sakit Darurat dr Ishak Umarela, Hasnawati Rasyid mengatakan, rumah sakit darurat itu telah didirikan di lokasi tersebut saat gempa menguncang Pulau Ambon dan sekitarnya pada Kamis (26/9/2019) pekan lalu.

“Untuk hari pertama saat 26 September itu, pengungsi yang kita tangani sebanyak 217 orang, itu untuk satu hari saja dari pagi sampai malam,” kata Hasnawati kepada wartawan di rumah sakit tersebut, Sabtu (12/10/2019).

Polri Kunjungi dan Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Ambon, Jokowi Dikabarkan Segera Berkunjung

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved