Rusuh di Wamena - Pegawai Lompat dari Lantai 2 Supermarket yang Dibakar Massa

Update rusuh di Papua, pegawai lompat dari lantai 2 supermarket yang dibakar massa, warga panik keluhkan kehilangan anggota keluarga.

Editor: Fitriana Andriyani
HO
Update rusuh di Papua, pegawai lompat dari lantai 2 supermarket yang dibakar massa, warga panik keluhkan kehilangan anggota keluarga. 

Memang dalam percakapan dengan John, terdengar suara rentetan tembakan senjata api.

Sampai saat ini, aktivitas di Kota Wamena lumpuh. Masyarakat memilih mengungsi di kantor Polres Wamena dan Kodim.

3 Langkah Terukur Polisi Meringkus Veronica Koman, Tersangka Rusuh Papua Segera DPO

Dipicu kabar hoaks

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja menyebutkan, kerusuhan di Kota Wamena, Papua, dipicu kabar hoaks soal ujaran rasial guru ke siswa di SMA.

Rudolf menyatakan, pihaknya sudah menelusuri dugaan ujaran rasial itu dan kenyataannya tidak ada.

"Guru tersebut sudah kami tanya dan tidak ada kalimat rasis, itu sudah kami pastikan. Jadi kami berharap masyarakat di Wamena dan di seluruh Papua tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum tentu kebenarannya," tuturnya.

Rudolf menyebutkan, pihaknya mendapat laporan bahwa sejumlah motor dibakar massa dalam kerusuhan itu.

"Laporan terakhir ada 5 motor yang dibakar," kata Rudolf.

Update Otak Rusuh Papua, Veronica Koman Sejak Santer Diberitakan hingga Kini PBB Bereaksi

Aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019), berujung rusuh.

Kontributor Kompas.com di Wamena, John Roy Purba, melaporkan, demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.

Baca juga: Peran Egianus Kogoya di Balik Penghadangan TNI di Habema dan Baku Tembak di Wamena

Hal itu membuat siswa marah hingga kemudian kabar itu meluas dan memicu aksi unjuk rasa pelajar di Kota Wamena.

"Sampai saat ini, Wamena masih dikuasai pelajar yang berunjuk rasa," kata John melalui sambungan telepon, Senin.

John melaporkan, aparat kepolisian dan TNI berusaha memukul mundur siswa demonstran. Hal itu berlangsung sekitar 4 jam.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved