Duel Klasik Timnas Indonesia vs Malaysia: Pernah Saling Bantai, Sejarah Head to Head
Berita terkini jelang duel klasik Timnas Indonesia vs Malaysia, pernah saling bantai hingga sejarah head to head
Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha | Editor: Fitriana Andriyani
TRIBUNAMBON.COM - Laga Timnas Indonesia vs Malaysia dalam laga pembuka Kualifikasi Piala Dunia 2022 digelar pada Kamis (5/9/2019) malam ini.
Pertemuan kedua tim nasional tersebut dikenal juga sebagai duel klasik dan adu gengsi dalam sejarah persepakbolaan Asia Tenggara.
Timnas Indonesia vs Malaysia bahkan pernah saling bantai dan memiliki catatan head to head seru.
TribunAmbon.com merangkum dari berbagai sumber berita terkini sejumlah fakta jelang laga Timnas Indonesia vs Malaysia berikut ini.
Dalam sejarah, Timnas Indonesia mengalami pasang surut saat melawan Malaysia di berbagai kompetisi.
Indonesia pun merasakan menang telak dan kalah telak dari Harimau Malaya.
• Viral Untuk Renungan Bersama, Gadis SMA Merintih Kesakitan karena Candaan Tarik Kursi
Seperti diberitakan Kompas.com dalam artikel berjudul Indonesia Vs Malaysia, Harimau Malaya Pernah Dihajar 1-5 di SUGBK, Akankah Terulang? diterangkan di level senior, duel Indonesia vs Malaysia bisa dibilang sudah jarang terjadi, terutama di turnamen resmi.
Dalam tiga perhelatan Piala AFF terakhir, tepatnya pada 2014, 2016, dan 2018, Indonesia dan Malaysia tak pernah berada di grup yang sama saat babak penyisihan.
Indonesia dan Malaysia juga tak pernah lagi jumpa di babak semifinal, apalagi final.
Duel di Piala AFF, memori paling diingat publik sepak bola Tanah Air tentu terjadi pada 2010 lalu.
Ketika itu, Indonesia dan Malaysia tiga kali baku hantam.
Indonesia Bantai Malaysia
Pertama, saat babak penyisihan grup di SUGBK, 1 Desember 2010.
Harimau Malaya, julukan timnas Malaysia, dihajar dengan skor 1-5 oleh skuad Garuda.
Meski sempat unggul lebih dulu lewat gol Norshahrul pada menit ke-18, Malaysia tak kuasa menahan gempuran Indonesia yang menggelontorkan lima gol.
Lima gol tim Garuda ketika itu dicetak Christian Gonzalez (33'), Muhammad Ridwan (52'), Arif Suyono (76'), Irfan Bachdim (90+4), dan satu gol bunuh diri pemain Malaysia, Asraruddin (22').
Penampilan perkasa timnas Indonesia di penyisihan justru anti-klimaks saat laga final.
Dalam duel dua leg melawan Malaysia, timnas Indonesia kalah dengan skor agregat 2-4. Indonesia kalah telak 0-3 saat final leg pertama, di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.
Firman Utina dkk cuma mampu menang 2-1 saat leg kedua, di SUGBK. Pasca-AFF 2010, Indonesia dan Malaysia pernah terlibat duel di penyisihan grup Piala AFF 2012.
Malaysia menang 2-0 atas Indonesia dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Bukit Jalil, 1 Desember 2012.
Itu merupakan pertandingan terakhir bagi kedua tim dalam sebuah turnamen resmi.
Pada September 2014, Indonesia pernah menjamu Malaysia dalam sebuah laga uji coba di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.
Ketika itu, Indonesia menang 2-0 lewat gol bunuh diri Muslim Ahmad di menit ke-64 dan gol Samsul Arif pada menit ke-88. Indonesia kembali beruji coba melawan Melaysia, di Stadion Manahan, Solo, 6 September 2016.
• Makin Kuat Lokasi yang Dikisahkan KKN di Desa Penari, Tegas Mbah Mijan hingga Terbit Novel
Tim Garuda menang 3-0 lewat gol-gol dari Boaz Solossa (6', 21', Irfan Bachdim 11').
Untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022, Indonesia dan Malaysia akan dua kali bertemu selama babak penyisihan Grup G.
Setelah pertemuan di SUGBK Kamis nanti, Indonesia dan Malaysia akan kembali bertarung pada 19 November mendatang.
Pada pertemuan kedua, giliran Malaysia yang akan jadi tuan rumah.
Berikut catatan head to head Indonesia vs Malaysia sejak 2010 dikutip dari Soccerway:
06/09/16 Indonesia 3 - 0 Malaysia
14/09/14 Indonesia 2 - 0 Malaysia
01/12/12 Malaysia 2 - 0 Indonesia
29/12/10 Indonesia 2 - 1 Malaysia
26/12/10 Malaysia 3 - 0 Indonesia
01/12/10 Indonesia 5 - 1 Malaysia
Duel Pemain Antar Lini
Indonesia dan Malaysia sama-sama membawa skuad terbaik demi ambisi untuk lolos ke Piala Dunia 2022, walau masih ada beberapa fase.
Kedua tim juga sama-sama mengombinasikan pemain senior dan muda untuk berlaga di ajang kali ini.
BolaSport.com mencoba menganalisis head to head antar lini timnas Indonesia vs Malaysia.
Berikut hasilnya:
• Utusan Menteri Susi Pudjiastuti Justru Nilai Positif Pernyataan Perang Gubernur Maluku Murad Ismail
Kiper: Andritany Ardhiyasa vs Farizal Marlias
Kiper timnas u-23 Indonesia, Andritany Ardhiyasa, bereaksi pada laga penyisihan Grup A cabang sepak
Andritany dan Farizal merupakan dua kiper langganan timnas masing-masing negara.
Keduanya juga sering dipilih sebagai kapten tim.
Andritany tercatat sudah membukukan 16 caps bersama timnas Indonesia.
Sementara itu, Farizal sudah mengoleksi 39 caps bersama pasukan Harimau Malaya
Bek: Hansamu Yama vs Shahrul Saad
Dua pemain belakang ini menjadi andalan masing-masing timnas dalam beberapa waktu belakangan.
Shahrul Saad tercatat sudah mengoleksi 32 caps bersama timnas Malaysia.
Bek Perak FA itu juga sudah menyumbang tiga gol untuk skuad Harimau Malaya.
Sedangkan Hansamu Yama sudah membela timnas Indonesia sebanyak 18 kali.
Tak mau kalah dengan Shahrul, Hansamu juga berkontribusi tiga gol untuk skuad Garuda.
• Alasan Gubernur Maluku Murad Ismail Kecewa terhadap Menteri Susi Pudjiastuti hingga Nyatakan Perang
Gelandang: Evan Dimas vs Azam Azih
Evan Dimas melakukan selebrasi gol paa laga timnas Indonesia vs Vanuatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (15/6/2019).
Evan Dimas dan Azam Azih diprediksi akan menjadi tumpuan di lini tengah masing-masing tim.
Dua pemain ini punya peran yang sama yakni sebagai playmaker tim.
Azam Azih saat ini kerap dipercaya oleh Tan Cheng Hoe untuk menggantikan peran pemain senior Safiq Rahim yang sudah pensiun dari timnas Malaysia.
Keduanya pernah dipertemukan saat SEA Games 2017.
Saat itu, Malaysia sukses mengalahkan Indonesia dengan skor 1-0 pada semifinal.
Evan Dimas sudah mengoleksi 21 caps bersama timnas Indonesia, sedangkan Azam baru mengoleksi delapan caps bersama timnas Malaysia
Penyerang: Alberto Goncalves vs Norshahrul Idlan Talaha
• Tanggapi Pernyataan Perang Gubernur Maluku Murad Ismail, Menteri Susi Pudjiastuti Kirim 5 Utusan
Penyerang timnas Malaysia, Norshahrul Idlan Talaha (kanan) mencoba merebut bola dari kiper timnas La Dua striker senior ini diprediksi akan menjadi ujung tombak Indonesia dan Malaysia pada pertandingan nanti.
Soal pengalaman bermain di timnas, Norshahrul bisa dibilang lebih unggul dibandng Beto.
Pemain berusia 33 tahun itu tercatat sudah membela Malaysia sejak tahun 2007.
Norshahrul sudah mengoleksi 72 caps dengan torehan 13 gol.
Sedangkan Beto yang mendapat paspor Indonesia beberapa tahun yang lalu baru mencatatkan delapan caps bersama timnas Indonesia.
Namun dari total caps tersebut, striker berusia 37 tahun itu sudah mencetak delapan gol.
Berikut jadwal lengkap Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia:
• Acara TV Hari Ini Kamis 5 September 2019, Ada The Voice Indonesia di GTV hingga Silsila di ANTV
5 September 2019
Indonesia Vs Malaysia (pukul 19.30 WIB)
10 September 2019
Indonesia Vs Thailand (pukul 19.30 WIB)
10 Oktober 2019
Uni Emirat Arab Vs Indonesia (pukul 23.00 WIB)
15 Oktober 2019
Indonesia Vs Vietnam (pukul 19.30 WIB)
19 November 2019
Malaysia Vs Indonesia (pukul 19.00 WIB)
26 Maret 2020
Thailand Vs Indonesia (pukul 19.00 WIB)
31 Maret 2020
Indonesia Vs Uni Emirat Arab (pukul 19.00 WIB)
4 Juni 2020
Vietnam Vs Indonesia (pukul 19.00 WIB)
*Keterangan : Jadwal sewaktu-waktu bisa berubah
• VIRAL Canda Berujung Petaka, Siswi SMA Ini Cedera Tulang Belakang Akibat Kursinya Ditarik Teman
(TribunAmbon.com/Kompas.com/BolaSport.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/andritanyardhiyasa.jpg)