Pesan Teror Bom Atas Namakan ISIS di Universitas Pattimura Ambon, Polisi Singgung Radikalisme
Pesan teror bom di Universitas Pattimura mengatasnamakan ISIS, polisi sebut ada potensi kampus-kampus di Maluku disusupi radikalisme.
TRIBUNAMBON.COM - Sebuah pesan teror yang mengatasnamakan organisasi teroris ISIS menggegerkan Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura Ambon, Rabu (14/8/2019).
Pesan teror yang ditulis tepat di dinding ruangan Dekan Fakultas Ekonomi itu berbunyi "Kami anggota teroris mengancam akan bom Universitas Pattimura dan semuanya, ISIS".
Pesan bernada ancaman itu pun membuat pihak kampus yang merasa khawatir langsung melaporkan kejadian itu ke Polda Maluku.
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku hingga kini masih mendalami motif pesan teror bom yang mengatasnamakan ISIS di Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura Ambon.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan, hingga kini pihaknya belum mengetahui motif di balik pesan bernada teror tersebut.
“Untuk motifnya kami belum tahu, kami masih mendalaminya,” kata Roem kepada Kompas.com, Kamis (15/8/2019).
• Pleno KPU Kota Ambon, Perindo Samai PDIP Kalahkan Jumlah Kursi Partai Demokrat
Dia mengungkapkan sejauh ini polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk seorang petugas cleaning service yang pertama kali melihat pesan bernada ancaman tersebut.
Meski begitu, Roem mengaku, untuk memastikan motif di balik pesan teror tersebut, perlu dilakukan pendalaman lebih jauh.
“Benar beberapa saksi telah dimintai keterangan, tapi untuk sampai kepada kesimpulan motifnya seperti apa itu harus didalami lagi,”katanya.
Saat disinggung apakah pesan bernada teror itu hanya bagian dari iseng dan bentuk kekesalan dari oknum-oknum mahasiswa yang kecewa atas pelaksanaan pemilihan ketua dewan perwakilan mahasiswa Fakultas Ekonomi, Roem mengaku kemungkinan itu bisa saja terjadi.
“Ya bisa jadi, tapi saya tidak sebut seperti itu ya. Intinya masih perlu diselidiki, jadi soal itu dilakukan mahasiswa atau tidak masih perlu memerlukan bukti,” katanya.
Kepolisian Daerah Maluku sejauh ini terus mengawasi potensi masuknya paham dan ajaran radikalisme di dunia kampus di Maluku.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan, paham radikalisme bisa tumbuh berkembang di semua tempat termasuk juga di lembaga perguruan tinggi di Maluku, karena itu perlu diantisipasi.
“Kita tetap antisipasi saja, cuma di mana tempat bisa saja terjadi,”kata Roem kepada Kompas.com, Kamis (15/8/2019).
• Resahkan Warga Ambon, BKSDA Maluku Imbau Waspada Buaya di Laut yang Belum Berhasil Ditangkap
Meski tidak menyebut dengan jelas kampus-kampus mana saja di Maluku yang berpotensi terpapar paham radikalisme, namun Roem mengaku dari hasil pemetaan ada kampus yang berpotensi dimasuki paham radikalisme.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/berita-ambon.jpg)