Apa Itu Hipotermia, Penyebab dan Cara Pertolongan pada Korban Hipotermia Metode Skin to Skin

Apa itu hipotermia? Gejala yang menjadi momok ketika seseorang atau kelompok dalam pendakian gunung.

Apa Itu Hipotermia, Penyebab dan Cara Pertolongan pada Korban Hipotermia Metode Skin to Skin
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Mengenal Hipotermia 

TRIBUNNEWS.COM - Serangan hipotermia merupakan salah satu gejala yang menjadi momok ketika seseorang atau kelompok dalam pendakian gunung.

Hipotermia merupakan kondisi mekanisme tubuh mengalami kesulitan untuk mengatur suhu tubuh pada tekanan suhu dingin, biasanya tubuh manusia mampu mengatur suhu antara 36,5-37,5 derajat celcius pada zona termonetral.

Sebelumnya, sebuah isu mendadak viral mengenai cara mengatasi hipotermia dengan bersetubuh. Kepala Bagian Humas Badan SAR Nasional ( Basarnas), Suhri Sinaga menegaskan hal itu merupakan ajaran sesat.

Oleh karena itu, agar tak lagi termakan isu tak benar, masyarakat perlu mengetahui fakta-fakta seputar kondisi yang mampu merenggut nyawa manusia ini. Berikut 4 fakta mengenai hipotermia.

Viral Pendaki Gunung Rinjani Selamatkan Wanita Hipotermia dengan Disetubuhi, Ini Reaksi Basarnas

1. Penyebab hipotermia bisa karena kelelahan fisik

Orang yang mengalami kondisi hipotermia, pada umumnya menggigil kaku, sebab suhu bagian dalam tubuh berada di bawah 35 derajat celcius.

Adapun kondisi ini termasuk dalam kategori exposure, yakni kelelahan fisik yang disebabkan oleh keadaan alam atau lingkungan.

Ketika menempuh medan pendakian, jalur yang dilalui bisa terjal atau medan yang tidak menentu. Hal inilah yang membuat pendaki harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk melewati medan tersebut.

Dengan demikian, jika Anda merencanakan pendakian, sebaiknya melengkapi peralatan mendaki yang mumpuni, seperti baju hangat, tenda, jaket, baju ganti, obat-obatan, peralatan, bahan makanan, dan lainnya.

Persiapan dengan membawa bahan makanan dan baju ganti adalah kunci agar terhindar dari hipotermia. Cukupi asupan badan dengan makanan agar suhu tubuh tidak mudah mengalami penurunan suhu.

Halaman
1234
Editor: Suut Amdani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved