Buru Hari Ini
PAD Pariwisata Buru Terjun Bebas, Dispar Akui Kalah Bersaing
Iwan Taepon menyebutkan, daya tarik wisata yang dulu ramai kini mengalami penurunan drastis.
Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com Ummi Dalila Temarwut
NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Sektor pariwisata Kabupaten Buru kian terpuruk, bahkan beberapa destinasi andalan kini sepi pengunjung.
Berdampak langsung ke Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buru, Iwan Taepon, tak menampik kondisi tersebut.
“Kita kalah bersaing,wisata Baikolet paling sunyi, per hari hanya dua juta. Sedangkan Jikumerasa sekarang sepi pengunjung,” ungkapnya, Kamis (28/8/2025).
Menurut Iwan, kunci untuk meningkatkan PAD dari sektor pariwisata adalah menyediakan fasilitas penunjang yang menarik bagi wisatawan.
Namun, hingga kini langkah tersebut belum bisa diwujudkan karena terbentur keterbatasan anggaran.
Baca juga: 28 Destinasi Wisata di Bumi Bupolo, Dispar Buru Harap Pemda Serius Garap Potensi PAD
Baca juga: Nihil Pelatihan Bagi Penjamah Makanan Dapur MBG, Dinkes Maluku Tenggara Pastikan Siap Berkoordinasi
“Jika ingin meningkatkan PAD, solusinya harus dibuat semenarik mungkin, caranya dengan melengkapi fasilitas itu. Tapi untuk itu kita butuh anggaran, dan saat ini kita tidak punya,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya hanya bisa berharap pada dana DAK (Dana Alokasi Khusus) dari pemerintah pusat.
Itupun harus melalui proses verifikasi yang belum tentu lolos.
“Kami berharap agar pemerintah daerah memperhatikan hal ini, sebab sektor pariwisata bisa menjadi peluang untuk meningkatkan PAD,” harapnya.
Dengan potensi 28 destinasi wisata resmi yang dimiliki, sektor pariwisata sejatinya dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Namun tanpa perhatian serius dan dukungan anggaran dari pemerintah, Bumi Bupolo terancam kehilangan peluang emas untuk bersaing di dunia pariwisata Maluku.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.