News
Harga Tiket Pesawat Makin Mahal, Saadiah Uluputty Desak Pemerintah Subsidi Avtur
Saadiah Uluputty menyoroti mahalnya harga tiket pesawat yang terus dikeluhkan masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Ringkasan Berita:
- Saadiah Uluputty menyoroti mahalnya harga tiket pesawat yang terus dikeluhkan masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
- Pelemahan rupiah terhadap dolar AS dinilai memicu kenaikan harga avtur yang berdampak langsung pada tarif penerbangan domestik.
- DPR mendorong pemerintah memberikan subsidi avtur seperti di Malaysia agar harga tiket pesawat bisa stabil dan tidak terus membebani masyarakat maupun maskapai.
TRIBUNAMBON.COM--Kenaikan harga tiket pesawat kembali menuai sorotan tajam di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Kondisi ini dinilai semakin membebani masyarakat karena tarif penerbangan domestik terus merangkak naik dan sulit dijangkau sebagian warga.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, menegaskan mahalnya tiket pesawat kini menjadi keluhan hampir di seluruh daerah di Indonesia, terutama wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi udara.
“Persoalan harga tiket pesawat ini terus menjadi aspirasi masyarakat dari waktu ke waktu. Hampir semua daerah mengeluhkan hal yang sama,” kata Saadiah kepada wartawan, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, pesawat saat ini bukan lagi transportasi mewah yang hanya digunakan kalangan tertentu. Moda transportasi udara telah menjadi kebutuhan penting masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Baca juga: Aksi Komplotan Pencuri di Masohi Plaza Terekam CCTV, Etalase Toko Dibobol
Baca juga: Prabowo Minta Kabinet Fokus Dorong Proyek Pembuka Lapangan Kerja
Karena itu, lonjakan harga tiket dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat dan berpotensi memperlambat perputaran ekonomi daerah.
Saadiah menyoroti pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang disebut ikut memicu kenaikan harga avtur sebagai komponen utama operasional maskapai penerbangan.
Jika tidak diantisipasi pemerintah, kondisi tersebut dikhawatirkan akan membuat tarif penerbangan semakin mahal.
“Kalau dolar terus naik, otomatis harga avtur ikut terdampak dan akhirnya tiket pesawat juga naik. Ini yang harus diantisipasi pemerintah,” ujarnya.
Dalam rapat bersama pemerintah sebelumnya, DPR disebut telah meminta langkah konkret untuk menekan harga tiket pesawat. Salah satu solusi yang didorong adalah pemberian subsidi avtur agar maskapai tidak terus membebankan kenaikan biaya operasional kepada penumpang.
Anggota DPRD asal Maluku itu menilai Indonesia perlu mencontoh kebijakan sejumlah negara seperti Malaysia yang memberikan subsidi avtur demi menjaga kestabilan tarif penerbangan.
“Kenapa di beberapa negara harga tiket bisa lebih stabil? Karena ada subsidi negara terhadap avtur. Sementara di Indonesia subsidi masih fokus pada BBM umum dan belum menyentuh avtur,” katanya.
Ia mengingatkan, tanpa intervensi pemerintah, maskapai penerbangan berpotensi semakin terbebani, sementara masyarakat harus menghadapi harga tiket yang terus melambung.
Menurutnya, subsidi avtur bukan hanya penting untuk menyelamatkan maskapai, tetapi juga menjaga akses transportasi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah terpencil yang sangat bergantung pada pesawat.
“Harapannya harga tiket bisa stabil, bahkan turun. Jangan terus naik karena masyarakat sudah sangat terbebani,” tandasnya.
| Prabowo Minta Kabinet Fokus Dorong Proyek Pembuka Lapangan Kerja |
|
|---|
| Simak Jadwal Piala Dunia 2026, Mulai 11 Juni hingga Partai Puncak 19 Juli |
|
|---|
| Baru Dipanggil Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026, Neymar Malah Cedera |
|
|---|
| Rupiah Masih Melemah, Pengamat Soroti Perang Iran hingga Kenaikan BI Rate |
|
|---|
| Rudianto Lallo: RUU Polri Harus Perkuat SDM dan Teknologi Kepolisian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/avutr-naik.jpg)