Haji 2026
Cuaca di Madinah Panas Menyengat Jelang Ibadah Haji, Suhu Capai 42 Derajat Celcius
Suhu udara di Kota Nabi itu mengalami panas yang menyengat, kini mencapai 39 hingga 42 derajat Celsius pada siang hari.
Ringkasan Berita:
- Cuaca di Kota Madinah, Arab Saudi terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
- Suhu udara di Kota Nabi itu kini mencapai 39 hingga 42 derajat Celsius pada siang hari.
- Kondisi ini mendorong petugas kesehatan mengingatkan jemaah haji untuk lebih waspada terhadap berbagai risiko kesehatan, terutama heat stroke dan kaki melepuh akibat paparan panas ekstrem.
TRIBUNAMBON.COM - Cuaca di Kota Madinah, Arab Saudi terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Suhu udara di Kota Nabi itu kini mencapai 39 hingga 42 derajat Celsius pada siang hari.
Kondisi ini mendorong petugas kesehatan mengingatkan jemaah haji untuk lebih waspada terhadap berbagai risiko kesehatan, terutama heat stroke dan kaki melepuh akibat paparan panas ekstrem.
Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr Enny Nuryanti menjelaskan, heat stroke merupakan kondisi serius yang terjadi ketika suhu tubuh seseorang mencapai 40 derajat Celsius atau lebih akibat paparan sinar matahari berlebih.
"Gejala heat stroke antara lain pusing, mual, muntah, hingga kejang," ujarnya saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Minggu (3/5/2026).
Baca juga: Gaji Kecil, Ironi 1,6 Juta Guru Honorer di Indonesia Hidup Dalam Ketidakpastian
Baca juga: 19 Wilayah Perairan di Maluku Potensi Gelombang Sedang Capai 2.5 Meter
Jika mengalami hal tersebut, jemaah harus segera mencari tempat teduh dan menurunkan suhu tubuh, misalnya dengan menyemprotkan air ke wajah
Untuk mencegah heat stroke, jemaah diimbau menjaga asupan cairan dengan minum minimal 200 mililiter air setiap jam, bahkan bila perlu ditambah oralit.
Selain itu, jemaah disarankan mengenakan pakaian longgar agar sirkulasi udara lancar serta rutin membasahi bagian tubuh yang terbuka.
Ia juga mengingatkan agar jemaah membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat siang hari.
"Untuk jemaah haji diharapkan Shalat dhuhur dan Shalat Ashar itu di dalam hotel saja," katanya.
Selain heat stroke, risiko lain yang perlu diwaspadai adalah kaki melepuh akibat panasnya lantai di Masjid Nabawi.
Berbeda dengan Masjidil Haram, permukaan lantai di Masjid Nabawi dapat menjadi sangat panas saat terpapar matahari langsung.
"Lumrah (kaki melepuh) terjadi di Madinah karena lantai Masjid Nabawi dengan Masjidil Haram berbeda. Kalau di Nabawi sering terjadi jemaah terpapar lantai yang panas sehingga terkena risiko melepuh," ujar Enny.
Ia menyarankan jemaah selalu membawa kantong plastik untuk menyimpan sandal atau sepatu saat memasuki area masjid, sehingga mudah digunakan kembali setelah keluar.
Hal ini penting mengingat banyak jemaah kehilangan alas kaki dan terpaksa berjalan di atas lantai panas.
| 461 Jamaah Haji Ambon Dilepas, Bodewin Minta Doakan Kota Tetap Aman, Damai dan Sejahtera |
|
|---|
| 7 Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci, 141 Dirujuk ke RS Arab Saudi |
|
|---|
| Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan 9 Calon Haji SBT ke Tanah Suci |
|
|---|
| Kuota Haji SBT 2026 Turun, Hanya 9 Jemaah Siap Berangkat |
|
|---|
| Kesiapan 95 Persen, 47 Calon Jemaah Haji dari Maluku Tengah Siap Berangkat ke Ambon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/2652024-Makkah.jpg)