Minggu, 3 Mei 2026

News

Program MBG Jadi Motor Ekonomi, Kampus Didorong Bangun SPPG Mandiri

Program MBG mulai berdampak luas, tidak hanya pada kesehatan tetapi juga pendidikan dan ekonomi produktif.

Tayang: | Diperbarui:
Tribuntimur.com/Faqih Imtiyaaz
ANGGARAN MBG - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI Dadan Hindayana saat berada di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Selasa (28/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Program MBG mulai berdampak luas, tidak hanya pada kesehatan tetapi juga pendidikan dan ekonomi produktif.
  • Dadan Hindayana mendorong kampus membangun SPPG sebagai pusat produksi sekaligus pembelajaran praktik.
  • Kebutuhan besar SPPG membuka peluang penguatan produksi lokal dan menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan.

TRIBUNAMBON.COM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak luas, tidak hanya di sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan dan ekonomi produktif.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyebut perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung program tersebut. Kampus didorong membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara mandiri sekaligus menjadikannya sebagai pusat pembelajaran praktik.

“Ini peluang besar. Minimal kampus punya satu SPPG, dan pasokannya bisa berasal dari civitas akademika,” ujarnya dalam Forum U25 PTN-BH di Makassar, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: 11 Wilayah Perairan di Maluku Potensi Gelombang Sedang Capai 2.5 Meter

Baca juga: Wamen PKP RI Fahri Hamzah Sebut Arah Ekonomi Prabowo Kerap Disalahpahami

Menurutnya, satu SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur makanan bergizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi karena membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar.

Satu unit SPPG diperkirakan membutuhkan sekitar 8 hektare sawah untuk beras, 19 hektare lahan jagung untuk pakan, serta 3.700–4.000 ayam petelur untuk kebutuhan protein.

“Kalau ingin telurnya dipasok sendiri, maka harus ada sekitar 3.700 sampai 4.000 ayam petelur untuk satu SPPG,” jelasnya.

Kondisi ini membuka peluang integrasi antara kegiatan akademik dan praktik lapangan, di mana mahasiswa dapat terlibat langsung dalam sektor pertanian, peternakan, hingga distribusi pangan.

Dadan menegaskan, MBG tidak hanya menciptakan permintaan pasar, tetapi juga mendorong produksi lokal.

“SPPG menjadi offtaker produk lokal. Bukan sekadar memberi makan, tapi membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan,” tegasnya.(*)

Berita ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: https://www.tribunnews.com/nasional/7824489/mbg-beri-peluang-besar-kepala-bgn-minta-kampus-bangun-sppg-secara-mandiri

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved