Rabu, 29 April 2026

Buru Hari Ini

Proyek Lab IPA SMPN 48 Buru Mangkrak: Sudah Lapor tapi Belum Ada Progres

Namun, hingga kini, laporan tersebut belum membuahkan hasil dan proyek yang dikerjakan sejak 2022 itu masih terbengkalai.

Tayang:
Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Mesya Marasabessy
Istimewa
PROYEK PEMBAGUNAN LAB IPA DI SMPN 48 BURU - Potret kondisi bagunan LAB IPA di SMPN 48 Buru,Kamis (27/11/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Ummi Dalila Temarwut

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Pihak SMP Negeri 48 Buru mengaku telah melaporkan mangkraknya pembangunan Laboratorium IPA di sekolah mereka kepada Dinas Pendidikan dan pihak kepolisian. 

Namun, hingga kini, laporan tersebut belum membuahkan hasil dan proyek yang dikerjakan sejak 2022 itu masih terbengkalai.

Kepala sekolah SMPN 48 Buru La Ode Sabarudinsirah, menjelaskan bahwa kondisi bangunan laboratorium semakin memprihatinkan karena sejak awal pengerjaan, progres pekerjaan tidak pernah menunjukkan perkembangan signifikan.

“Bangunan ini sudah dikerjakan sejak tahun 2022, tetapi hingga sekarang baru sekitar 20 persen yang selesai,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa meskipun progres fisik baru mencapai 20 persen, anggaran proyek justru sudah dicairkan sekitar 70 persen atau sekitar Rp 197 juta dari total Rp 297 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Buru. 

Baca juga: IAKN Gelar Workshop Fotografi dan Film Pendek, Gandeng Berbagai Universitas di Ambon

Baca juga: PLN UP3 Sofifi Gelar Aksi Tanam Mangrove dan Bersih Pantai di Somahode Peringati HMPI

Situasi ini membuat pihak sekolah mempertanyakan keseriusan pihak kontraktor dalam menyelesaikan pembangunan.

Melihat kejanggalan tersebut, pihak sekolah telah melakukan upaya pelaporan sejak akhir 2022 hingga memasuki 2023.

“Kami sudah laporkan ke Dinas Pendidikan dan polisi juga sudah turun ke lapangan. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan tindak lanjutnya,” kata kepala sekolah.

Ia menambahkan bahwa pada saat laporan pertama masuk, kepala dinas yang bertanggung jawab masih dijabat oleh Dahlan Kabau.

Namun saat ini, pihak sekolah tidak mengetahui siapa kepala dinas yang baru, sehingga proses koordinasi semakin terhambat.

Ketidakpastian penyelesaian proyek ini membuat fasilitas laboratorium IPA yang sangat dibutuhkan siswa belum dapat digunakan hingga hari ini. 

Pihak sekolah berharap laporan mereka segera direspons agar pembangunan dapat dilanjutkan dan selesai sesuai kebutuhan pendidikan.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved