Kamis, 23 April 2026

Malteng Hari Ini

Baru 4 Bulan Ditempati, Plafon Gedung DPRD Maluku Tengah Bocor

‎Kebocoran plafon di lantai 1, memantik pertanyaan, lantaran gedung tersebut baru ditempati beberapa bulan sejak dikerjakan 2020-2022 lalu.

TribunAmbon.com/Silmi/Silmi Sirati Suailo
KEBOCORAN PLAFON - Kebocoran plafon lantai 1 DPRD Maluku Tengah di Kota Masohi, Maluku Tengah, Selasa (16/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Gedung DPRD Maluku Tengah yang baru ditempati sejak Agustus 2025 mengalami kebocoran plafon di lantai 1.
  • Pantauan di lokasi menunjukkan plafon bocor berdiameter sekitar 50 sentimeter, dipenuhi jamur hitam, dengan ember diletakkan di lantai.
  • Petugas pengamanan mengungkapkan kebocoran telah terjadi sekitar satu bulan lalu.

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - 

Kebocoran plafon di lantai 1 Gedung DPRD Maluku Tengah menyita perhatian publik. Pasalnya, gedung megah bernilai puluhan miliar rupiah itu baru ditempati anggota legislatif sejak Agustus 2025.

Kebocoran tersebut menimbulkan pertanyaan, mengingat gedung DPRD Maluku Tengah dikerjakan pada 2020–2022 dan belum genap setahun digunakan. Berdasarkan sejumlah sumber, pembangunan gedung ini menelan anggaran sebesar Rp. 38.190.000.000.

Baca juga: Kantor DPRD Maluku Tengah Sepi Aktivitas, Gedung Megah Hanya Dijaga Petugas

Baca juga: Update! Jadwal KM Dorolonda 17 Desember - 6 Januari 2025: Rute Ambon, Bau Bau, Makassar

Pantauan TribunAmbon.com, Selasa (16/12/2025), di gedung yang berlokasi di Kelurahan Namaelo, Kota Masohi, terlihat satu titik kebocoran pada plafon lantai 1 dengan diameter sekitar 50 sentimeter.

Area tersebut dipenuhi jamur hitam yang mulai menyebar ke bagian plafon lainnya.

Di bawah titik kebocoran, tampak satu ember diletakkan untuk menampung air yang terus merembes.

Lokasi kebocoran berada di dekat ruang Fraksi PDI Perjuangan dan ruang tamu VIP DPRD Maluku Tengah.

Salah seorang petugas pengamanan dalam (Pamdal) Sekretariat DPRD Maluku Tengah mengungkapkan, kebocoran tersebut telah terjadi sejak sekitar satu bulan lalu.

“Sudah bocor kurang lebih satu bulan,” ujarnya, enggan disebutkan namanya.

Awalnya kebocoran hanya berupa titik kecil, namun seiring waktu rembesan air semakin meluas hingga menyebabkan kerusakan pada plafon.

Sebagai informasi, Gedung DPRD Maluku Tengah terdiri dari empat lantai.

Lantai pertama digunakan untuk ruang paripurna, ruang fraksi, musala, ruang server, serta sejumlah ruang serbaguna.

Lantai dua ditempati ruang Ketua dan Wakil Ketua DPRD serta beberapa ruang anggota, lantai tiga untuk ruang anggota DPRD, sementara lantai empat digunakan untuk ruang komisi, Badan Anggaran (Banggar), dan ruang anggota lainnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved